kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ambisi kolektif BUMN di era digital

Senin, 11 Juni 2018 / 11:27 WIB

Ambisi kolektif BUMN di era digital

Pencapaian kinerja 143 BUMN Indonesia selama 3 tahun terakhir seperti  pertumbuhan aset (16% per tahun) dan laba (8% per tahun) merupakan prestasi yang mengesankan. Hasil itu tidak terlepas dari inovasi dan terobosan dari para BUMN.  Seperti membangun proyek infrastruktur yang masif dan merata di seluruh Nusantara (pelabuhan, bandara, kereta bandara, dan jalan tol), BBM satu harga.  

Selain itu, penyelesaian tol Becakayu (yang terlantar selama 20 tahun), mengatasi tantangan finansial pembangunan Trans Sumatera, serta pengambilalihan delapan  ruas tol mangkrak, serta ruas Jakarta–Surabaya (Waskita Karya dan Jasa Marga).

Terlepas pencapaian di atas, agenda holdingisasi merupakan salah satu strategi pertumbuhan yang rasional secara ekonomis, namun  kompleks secara organisasi. Memadukan paradoks rasionalitas ekonomi dan organizational complexity merupakan tantangan kekinian BUMN. PR dari kompleksitas warisan tradisi organisasi di 143 BUMN harus dikerjakan secara tekun oleh para leader, Paling tidak ada tiga pemikiran awal dalam membuat BUMN yang lebih besar dan kuat.

Pertama, sentimen moral sebagai dasar rasionalitas ekonomi. Adam Smith pada April 1759 mempublikasikan buku: "The Theory of Moral Sentiments". Buku ini menyajikan pencerahan yang luar biasa tentang bagaimana dampak sentimen moral terhadap kemajuan ekonomi suatu bangsa. Ada tiga catatan dia untuk membangun BUMN yang unggul berdasarkan rasionalitas teori ekonomi klasik.

Pertama, sejahat apa pun seseorang, tiap individu manusia secara alamiah memiliki perasaan bahagia apabila dapat membuat orang lain bahagia. Pemikiran ini selaras dengan rasionalitas ekonomi yang dinyatakan dalam hukum diminishing marginal utility.

Pemikiran ini meletakkan dasar yang sangat kokoh dalam rangka membangun BUMN yang tangguh dan unggul, karena memberi motivasi dan orientasi yang tepat kepada kita. BUMN harus dibangun hanya demi kepentingan bersama seluruh bangsa. Ini selaras dengan amanah UU No. 19 /2003 tentang BUMN.

Kedua, dalam bagian VI di buku yang sama, Adam Smith juga mengatakan karakter individu yang bijak secara alamiah dapat kita kenali ketika seseorang peka terhadap kepentingan orang lain. Pemikiran ini penting dalam membangun holding BUMN yang berdaya saing.

Ketiga, Adam Smith menyatakan, "Orang yang hidup sesuai penghasilannya, secara alami akan puas dengan keadaan dirinya yang secara terus-menerus, tumbuh lebih baik dan lebih baik setiap harinya. Secara bertahap, dia merasakan kepuasan berganda atas peningkatan kenyamanan dan kenikmatan."


Reporter: Tri Adi

Komentar
TERBARU
MARKET
IHSG
-113,07
5.993,63
-1.85%
 
US/IDR
13.902
0,25
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×