kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Apa dan bagaimana menabung saham?

Senin, 12 Maret 2018 / 12:35 WIB

Apa dan bagaimana menabung saham?

Sudah cukup lama dan sering kita mendengar tag line “Yuk Nabung Saham”.  Ini terutama ditujukan bagi pihak otoritas bursa maupun otoritas yang berwenang selain untuk memasyarakatkan pasar modal Indonesia, juga untuk menambah basis nasabah lokal. Bila selama ini kita sudah mengenal reksadana berbasis saham, maka menabung saham secara langsung bisa menjadi salah satu alternatif bagi Anda untuk dapat mengakumulasikan saham Anda. Sebab membeli saham artinya membelikan uang Anda untuk suatu kepemilikan di suatu perusahaan. Namun untuk bisa sampai bisa menabung saham, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

Yang perlu diperhatikan adalah menabung saham itu analoginya sama seperti kita menabung di bank seperti biasanya. Anda masih perlu membuka rekening terlebih dahulu, dan untuk itu Anda bisa buka rekening di perusahaan sekuritas. Atau di zaman now saat ini bisa melalui smartphone. Tinggal klik di aplikasi, langsung beres.

Setelah membuka rekening di perusahaan sekuritas, dan memasukkan sejumlah dana ke rekening, Anda sudah bisa memilih dan membeli saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak seperti halnya orang melakukan trading saham, untuk menabung saham, tidak perlu Anda pantau setiap hari harga saham atau perlu paham mengenai analisa teknikal. Karena menabung saham itu adalah lebih kepada bagaimana Anda menilai fundamental dari saham tersebut. Menilai fundamental adalah menilai bagus tidaknya perusahaan yang terdaftar di bursa efek. Memilih perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa, yang mempunyai potensi pertumbuhan yang bagus dan baik.

Nah, dalam menabung saham, hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah, bahwa time horizon menabung saham itu tujuannya untuk jangka panjang, paling tidak lima tahun. Karena bila kurang dari lima tahun, bisa menunjukkan variasi kenaikan dan penurunan yang cukup tinggi, dan juga menghindari peluang kerugian.  Selain itu, kalau jangka waktu menabung kurang dari lima tahun, maka pilihannya bukan saham, dalam hal ini bisa obligasi atau deposito.  

Anda sadar bahwa, menabung biasa di bank itu bunganya sudah kalah dari inflasi. Tidak mungkin Anda mendapatkan untung jika imbal hasil investasi Anda di bawah angka inflasi. Untuk jangka panjang, kenaikan harga saham pilihan akan jauh lebih besar daripada inflasi. Kenaikan harga saham inilah yang menjadi faktor pengali dari saham yang menjadi pilihan tabungan Anda. Semakin besar kenaikan harga saham, semakin besar faktor pengalinya.

Yang kedua, perlu konsistensi dalam menabung saham ini. Artinya, apapun kondisi bursa, apakah itu sedang bearish atau bullish, Anda tetap secara konsisten menabung. Misalnya secara nominal setiap bulan Anda berencana untuk menabung Rp. 500.000. Misalkan kondisi bursa bulan ini lagi bearish, harga saham A Rp 600 per lembar. Kemudian Anda membeli delapan lot (1 lot = 100 lembar). Bila bulan depan bursa bullish, dan harga saham A, naik jadi Rp. 700 per lembar, maka Anda tetap beli dengan nominal yang sama, meskipun hanya dapat 7 lot saham. Secara rata-rata harga saham A yang anda beli kurang lebih Rp 650 per lembar. Dan seterusnya selama jangka waktu 60 bulan tersebut.



Komentar
TERBARU
MARKET
IHSG
-113,07
5.993,63
-1.85%
 
US/IDR
13.902
0,25
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×