: WIB    —   
indikator  I  

Asian Games dan industri pariwisata

Oleh Djoko Subinarto
( Kolumnis dan Alumni Universitas Padjajaran )
Asian Games dan industri pariwisata

Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 tahun depan. Pesta olahraga terakbar se benua Asia ini bakal dihelat di Jakarta dan Palembang, dari tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018. Ada 39 cabang olahraga dipertandingkan. Ini adalah kali kedua bagi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games ke-4, pada tahun 1962.

Selain sebagai ajang unjuk prestasi para atlet kita, Asian Games kali ini diharapkan juga menjadi ajang untuk mengerek industri pariwisata Indonesia. Saat Asian Games digelar, yang datang ke Indonesia bukan cuma para atlet dan para official saja, tetapi juga para suporter serta para jurnalis manca negara.

Sebagai negara yang terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing, peluang terbuka bagi industri pariwisata dalam negeri dari perhelatan Asian Games tersebut tidak boleh disia-siakan. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan jumlah wisatawan asing sebanyak 17 juta orang di tahun 2018, sementara di tahun 2019, target jumlah wisatawan asing adalah sebanyak 20 juta orang.

Apabila target itu terpenuhi, maka sektor pariwisata  Indonesia  diproyeksikan bakal menghasilkan devisa sebesar Rp 280 triliun. Sementara  jumlah tenaga yang akan terserap diperkirakan mencapai sekitar 12,6 juta orang tenaga kerja.

Tentu,  industri pariwisata kita harus mampu memanfaatkan momen Asian Games ini  dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, pelbagai event, seperti pameran atau ekspo, perlu dirancang seatraktif mungkin menyertai penyelenggaraan Asian Games nanti. Pada saat yang sama, sejumlah paket wisata perkotaan juga layak dihadirkan.

Ditopang oleh peninggalan-peninggalan sejarah, kekayaan alam lingkungan, serta seni dan budaya yang khas, Jakarta dan Palembang, sebagai kota penyelenggara Asian Games 2018, sejatinya memiliki potensi lumayan besar di sektor pariwisata perkotaan. Tinggal kini bagaimana para pengelola kedua kota tersebut beserta para pemangku kepentingan lainnya dapat bersinergi dengan baik. Utamanya bagaimana kemampuan untuk  mengemas dan membuat paket-paket wisata perkotaan yang memikat selama hajatan Asian Games berlangsung.

Feedback   ↑ x
Close [X]