: WIB    —   
indikator  I  

Belajar dari kasus investasi Madoff

Oleh Paul Sutaryono
( Pengamat Perbankan dan Mantan Assistant Vice President BNI )
Belajar dari kasus investasi Madoff

Tanpa diduga, Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan ganti rugi kepada korban investasi yang dilakukan Bernard Madoff dengan skema ponzi. Pelajaran berharga apa saja yang dapat dipetik dari kasus Madoff tersebut?

Lewat skema ponzi, Madoff mengakibatkan kerugian senilai total US$ 65 miliar (setara Rp 877 triliun dengan kurs US$ 1 = Rp 13.500) termasuk keuntungan yang dia rekayasa. Sementara kerugian riil masyarakat ditaksir mencapai US$ 17,5 miliar (Rp 236 triliun). Aksi culas Madoff mulai terbongkar pada 2008. Pada 12 Maret 2009, Madoff dijatuhi hukuman penjara selama 150 tahun dan denda US$ 170,8  miliar atau setara Rp 2.305 triliun (Harian KONTAN, 11 November 2017).

Investasi dengan skema ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya. Sarinya, keuntungan itu bukan bersumber dari hasil pengembangan.

Indonesia juga tak henti dengan kasus investasi bodong alias ilegal. Tengok saja, Pengadilan Negeri, Kota Depok menjatuhkan vonis 15 tahun penjara dan denda Rp 200 miliar subsider enam bulan kurungan kepada Salman Nuryanto dalam kasus investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Grup. Sebanyak 26 leader pengurus koperasi itu dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 50 miliar pada 11 Desember 2017.

Feedback   ↑ x