: WIB    —   
indikator  I  

Berharap dari belanja pemerintah

Oleh Lana Soelistyaningsih
( Ekonom Samuel Aset Manajemen )
Berharap dari belanja pemerintah

Saya kira memang tak banyak yang bisa dilakukan setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya. Sebab seharusnya kelonggaran moneter diikuti dengan ekspansi fiskal.

Jika dilihat, fiskal Indonesia sudah ekspansif. Ini terlihat dari defisit anggaran yang melebar. Tapi memang di kuartal II-2017 ada penurunan konsumsi dari pemerintah dan diharapkan di kuartal III dan IV ini sudah bisa lebih baik.

Secara siklus pemerintah agresif melakukan pengeluaran di kuartal III dan IV setiap tahunnya. Ini setidaknya bisa terbantu dari sisi fiskal karena ada perbaikan pengeluaran pemerintah.

Tapi pertanyaannya apa bisa maksimal? Sementara dari ruang fiskal di APBN hanya 25%, sisanya sudah mandatory. Jadi sudah tidak bisa diutak-atik pemerintah. Ini yang menyebabkan sisi fiskal jadi tidak maksimal.

Apalagi 75% dari APBN digunakan untuk transfer ke daerah. Sebetulnya transfer bisa menjadi ruang fiskal yang maksimal lewat pengeluaran melalui berbagai kegiatan pembangunan.

Hanya saja, kecenderungan di daerah banyak yang menimbun anggaran di BPD. Nah, dengan menimbun dana di BPD inilah yang akhirnya tidak produktif untuk mendorong ekonomi didaerah.

Jadi bisa disimpulkan, fiskal sebenernya bisa disinergikan tidak hanya dari pemerintah pusat tapi juga pemerintah daerah yang ikut berkontribusi.

Apalagi ke depan mau tidak mau pemerintah memiliki keterbatasan di ruang utang. Jika dihitung hingga saat ini, ruang utang Indonesia paling aman hanya sekitar Rp 360 triliun, dengan asumsi 33% dari PDB. Ini tidak akan cukup untuk lima tahun ke depan.

Mau tak mau untuk mendongkrak  penerimaan negara pemerintah harus menggali dari pajak. Menurut saya, pajak yang masih mungkin digali adalah pajak pertambahan nilai (PPN). Kalau digarap secara benar, maka target penerimaan masih bisa tercapai. Namun yang perlu dijaga adalah bagaimana memastikan supaya PPN itu benar-benar masuk ke dalam kas negara.

Reporter : Sinar Putri S.Utami

Feedback   ↑ x
Close [X]