kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bitcoin dalam pandangan keuangan syariah

Kamis, 08 Februari 2018 / 13:45 WIB

Bitcoin dalam pandangan keuangan syariah

Dewasa ini isu bitcoin sebagai uang kripto telah meluas bukan hanya menjadi isu nasional tetapi global. Bitcoin seperti uang kripto lainnya pada dasarnya merupakan penciptaan uang digital yang dienkrip dan dikelola secara desentralisasi oleh teknologi blockchain. Sedangkan penciptaan dan pengedaran uang konvensional dilakukan oleh bank sentral.

Kebanyakan otoritas negara melarang peredaran dan jual beli bitcoin karena dianggap memiliki fluktuasi yang tinggi sehingga berpotensi menimbulkan gelembung keuangan atau financial bubble yang dapat memicu krisis keuangan.

Sejak diterbitkan tahun 2009, nilai bitcoin dari 0 terus berfluktuasi secara tajam hingga lebih dari US$ 10.000 pada tahun 2017. Sepanjang  2017, bitcoin telah melonjak sekitar 750% dan 40.000% dalam lima tahun terakhir. Selain itu bitcoin dikhawatirkan dapat digunakan sebagai sarana transaksi pencucian uang, karena bitcoin tidak diawasi oleh lembaga otoritas.

Isu penting lainnya adalah aspek perlindungan konsumen bitcoin dan uang kripto juga dianggap lemah pertanggungjawaban apabila terjadi permasalahan atau sengketa  transaksi dalam masyarakat. Dalam praktiknya juga telah terjadi kasus pencurian oleh hacker terhadap bitcoin, ethereum di Inggris dan Coinchek di Jepang dalam nilai yang besar. Hal ini menunjukan bahwa uang kripto masih rawan kejahatan siber.  

Sementara di negara lain yang mengakui uang kripto seperti Amerika Serikat, Swiss, Jepang dan Inggris menganggap bitcoin dan alternatif uang digital lainnya merupakan alat tukar atau uang (crypto exchanges) masa depan yang lebih efektif dan efisien bebas dari penanganan perantara lembaga keuangan. Kemunculan bitcoin diikuti dengan kemunculan uang kripto lainnya seperti Eutherum, Ripple, BitcoinCash, Cardano, Stellar, Litecoin, EOS, IOTA, Dash, atau Monero.

Uang kripto atau uang digital ini terus tumbuh berasal dari beberapa negara lain seperti di Korea Selatan (Korbit), Amerika Serikat (Evercoin), Taiwan (Cobinhood), Inggris (Cex.IO), Islandia (Auroracoin), hingga Januari 2018 terdapat 1.384 uang kripto yang beredar di internet. Perkembangan ini tentunya menjadi fenomena menarik untuk dicermati, untuk diambil sisi manfaatnya secara optimal dan tetap berasaskan prinsip kehati-hatian.  

Bitcoin sendiri beroperasi dengan teknologi blockchain yang memungkinkan penciptaan uang digital secara desentralisasi dan memiliki kode unik yang tidak bisa dirubah. Teknologi blockchain ditemukan pada tahun 2008 dan hingga saat ini semakin popular dicermati para pakar, mulai dimplementasikan berbagai lembaga bisnis bahkan lembaga pemerintahan. Pada dasarnya blockchain menyediakan semacam buku besar atau ledger secara digital dimana semua transaksi bersifat transparan dan bisa dicek  oleh semua orang sehingga dapat memastikan kredibilitas transaksi keuangan yang terjadi setiap waktu dan tempat secara global.

Dengan blockchain, transaksi keuangan dapat dipindahkan dari satu pengguna ke pengguna yang lain tanpa bantuan pihak ketiga. Untuk memprosesnya dengan kata lain bitcoin atau uang kripto berbasis blockchain, tidak perlu lagi bergantung pada satu server karena seluruh transaksi tereplikasi ke seluruh jaringan dan secara teknis sangat sulit untuk dimanipulasi atau diretas akunnya. Para pakar TI memandang bahwa blockchain akan menjadi pengubah arena atau game changer penerbitan uang dan peranan lembaga keuangan kedepan.  



Komentar
TERBARU
MARKET
IHSG
-113,07
5.993,63
-1.85%
 
US/IDR
13.902
0,25
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×