: WIB    —   
indikator  I  

Bitcoin kuat saat isu mencuat

Oleh Vinsensius Sitepu
( Pendiri MahapalaMultimedia )
Bitcoin kuat saat isu mencuat

Kendati uang virtual tengah terkepung berbagai isu negatif, nilai tukar bitcoin malah menguat. Sentimen negatif itu dipicu oleh aksi bank sentral Tiongkok (PBC) melarang berbagai bursa uang digital di negerinya sejak September 2017 lalu.

Namun nilai tukar bitcoin justru menanjak hingga mendekati US$ 6.000. Mengutip coinmarketcap.com, harga tertinggi bitcoin sepanjang masa, yaitu US$ 5.852 atau sekitar Rp 79 juta terjadi pada 15 Oktober 2017.

Yang menarik, dua hari sebelumnya, peminat uang virtual telah memprediksi kenaikan drastis itu. Para investor pun melakukan aksi jual, hingga saat artikel ini ditulis (18 Oktober 2017), kurs Bitcoin melemah menjadi US$ 5.532.

Pada 14 September 2017 lalu, bursa uang digital terbesar di Tiongkok, BTCCChina mengumumkan penghentian kegiatan perdagangan bitcoin di website-nya sejak 30 September 2017.

Sebelum pengumuman BTCCChina, pasar sempat bullish menyusul pernyataan petinggi PBC bahwa penghentian perdagangan uang virtual hanya sementara.

Begitu kabar dari BTCCChina menyeruak, sontak pasar uang virtual global memerah. Harga bitcoin pun merosot hingga US$ 1.000 berbanding sepekan sebelumnya. Pada 15 September 2017 bitcoin sempat terjerembab di US$ 3.008, lalu dalam tempo empat jam rebound hingga  US$ 3.637.

Tekanan atas bitcoin bertambah begitu Jamie Dimon, CEO JP Morgan, mengatakan fenomena bitcoin seperti bubble bunga tulip. “Bitcoin adalah penipuan, hanya cocok bagi pengedar obat terlarang, pembunuh, dan penduduk di Korea Utara,” ujar Dimon seperti dikutip guardian.com.

Padahal, JP Morgan diketahui melayani banyak kliennya untuk membeli produk bitcoin. JP Morgan berperan sebagai agen (broker) bagi para pembeli dan penjual untuk Bitcoin XBT, sebuah produk berupa exchange-traded note (ETN) yang dibuat untuk melacak nilai uang virtual, termasuk bitcoin.

Lebih dari selusin bank ternama di dunia, seperti Morgan Stanley, Goldman Sachs, dan Credit Suissee memainkan peran yang sama seperti JP Morgan, yaitu menjadi broker dalam jual beli Bitcoin XBT di Nasdaq-Nordic Exchange, Stockholm.

Salah satu perusahaan penyedia produk itu adalah Bitcoin XBTE (xbtprovider.com) yang berbasis di Swedia. Dalam laman web-nya, perusahaan publik itu mengklaim sebagai perusahaan pertama yang memperdagangkan bitcoin dan ether di Nasdaq Nordic dalam bentuk ETNN.

Salah satu perusahaan penjamin produk itu adalah Global Advisor yang berbasis di  Inggris. Perusahaan itu menawarkan jasa investasi strategis untuk bitcoin yang mereka sebut sebagai GABI.

Feedback   ↑ x
Close [X]