| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.367
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS606.004 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Butuh potongan pajak

Selasa, 07 November 2017 / 11:29 WIB

Butuh potongan pajak

Saat ini industri otomotif masih bertumbuh, walaupun tidak bisa dibilang tumbuh pesat. Penggerak penjualan adalah segmen low cost green car (LCGC). Kenapa? Karena LCGC tidak kena pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), masyarakat mampu menjangkau.

Kalau mau industri otomotif berkembang pesat, menurut saya, justru perlu ada pengurangan pajak. Khususnya kendaraan jenis sedan yang sudah dikenai PPnBM sebesar 30%. Seharusnya, PPnBM sedan sama dengan mobil multipurpose vehicle (MPV), yakni 10%. Dengan begitu, pilihan masyarakat membeli mobil tidak hanya berkutat pada jenis MPV.

Karena kalau pasar sedan meningkat, minat investasi agen pemegang merek (APM) pada mobil sedan bisa naik. Pada era tahun 1990-an, ada 19 pabrikan yang memproduksi sedan di dalam negeri. Dua di antaranya adalah Chevrolet maupun Mazda. Saat ini, hanya tersisa tiga APM, yakni Toyota, BMW dan Mercedes-Benz. Produk sedan selebihnya harus adalah produk impor.

Dalam kondisi seperti itu, bukan Indonesia yang diuntungkan melainkan negara tetangga seperti Thailand. Mereka bisa menikmati produksi dan penjualan mobil sedan secara leluasa. Sementara perlu dicatat, sedan merupakan salah satu segmen pasar terbesar otomotif global.

Saat ini, Thailand bisa memproduksi 2 juta unit mobil. Komposisinya, 800.000 unit untuk pasar dalam negeri dan 1,2 juta unit untuk pasar ekspor. Sementara kapasitas produksi kita  2,2 juta. Namun, utilitasnya terdiri dari sekitar 1,1 juta unit untuk pasar domestik dan 200.000 unit untuk pasar ekspor.

Jadi kalau pemerintah justru mau mengurangi pajak untuk industri otomotif, kita bisa lebih kompetitif dibandingkan dengan Thailand. Apalagi beberapa saat lalu, Australia juga menyetop produksi kendaraan. Itu bisa menjadi peluang ekspor kita. Meskipun memang, kita juga harus memperhatikan perkembangan kebutuhan pasar berupa penerapan standar Euro 4.                        


Reporter: Eldo Christoffel Rafael

Komentar
TERBARU
MARKET
IHSG
-43,65
5.861,51
-0.74%
 
US/IDR
14.391
-0,03
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×