: WIB    --   
indikator  I  

CSR dan pembangunan sosial

Oleh Aziz Fasya
( Konsultan Komunikasi Strategis dan Public Affairs di Kiroyan Partners dan Mahasiswa Magister Manajemen Pembangunan Sosial di Sosiologi FISIP UI )
CSR dan pembangunan sosial

Pencapaian Indeks Kemakmuran Indonesia pada penghujung 2016 perlu mendapat apresiasi dan menjadi refleksi kita bersama. Berdasarkan hasil penelitian Legatum Institute, sebuah lembaga ‘think thank’ asal Inggris, Indeks Kemakmuran Indonesia meningkat dari peringkat ke-69 di tahun 2015 menjadi ke-61 dari 149 negara di dunia. Namun demikian, masih terdapat ‘nilai merah’ yang harus diperbaiki terutama berkaitan dengan kualitas ekonomi, pendidikan dan layanan kesehatan dalam konteks pembangunan sosial yang merata dan berkelanjutan. Nilai merah ini juga yang selalu menjadi pangkal eksklusi sosial.

Sesuai dengan konsep pembangunan sosial triple helix (Etzkowitz, 1993), pemerintah dan perusahaan memainkan peran kunci dalam upaya mendorong pembangunan sosial yang lebih inklusif. Dalam hal ini, corporate social responsibility (CSR) adalah platform yang menghadirkan peluang strategis dalam hal penguatan sinergi pemerintah dan swasta guna mencapai pembangunan yang inklusif.

Dalam bukunya yang bertajuk “Tackling Social Exclusion”, John H. Pierson mendefinisikan eksklusi sosial sebagai proses yang menghalangi individu, keluarga, hingga komunitas dari kesempatan mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan untuk berpartisipasi secara utuh dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan politik di masyarakat.

Dalam hubungannya dengan kemiskinan dan pembangunan sosial yang inklusif, ada dua hal yang perlu ditekankan. Pertama, eksklusi sosial lahir dari kondisi kemiskinan berupa penghasilan dan pendidikan yang rendah. Kedua, diskriminasi sosial terhadap persoalan akses. Jika dibiarkan, eksklusi sosial dapat terus berkembang dan bermuara pada meningkatnya angka kemiskinan. Melalui proses inilah, individu atau kelompok masyarakat terputus dari layanan, jejaring sosial, dan peluang yang dinikmati sebagian besar masyarakat lainnya.

Feedback   ↑ x
Close [X]