: WIB    —   
indikator  I  

Dana pensiun dan generasi milenial

Oleh Mohamad Amin
( Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Bidang Pendidikan dan Tenaga Kerja )
Dana pensiun dan generasi milenial

Dana pensiun memang berhubungan erat dengan masa tua. Namun bukan berarti urusan dana pensiun atau juga masa pensiun hanya penting bagi generasi tua saja. Kebutuhan pensiun juga teramat penting untuk bisa disiapkan sejak usia muda. Tujuannya adalah supaya manfaat pensiun yang akan dinikmati dapat optimal untuk memenuhi kebutuhan pada masa tua.

Secara rasional, seseorang tentu tidak ingin mengalami ketergantungan finansial kepada orang lain pada masa tuanya nanti. Oleh karena itu, kampanye mengenai pentingnya dana pensiun bagi generasi muda tidak hanya dalam rangka pengembangan bisnis dana pensiun semata. Tapi yang tidak kalah penting juga merupakan bentuk kepedulian dan perhatian bagi masa depan generasi muda saat sekarang ini.

Dalam perspektif ini, potensi pengembangan dana pensiun di kalangan generasi muda mendapatkan momentum yang tepat. Secara statistik, struktur demografi penduduk Indonesia saat ini sampai dengan satu dekade ke depan akan didominasi oleh penduduk usia produktif. Di sisi lain, apabila dilihat dari perspektif cohort (kelompok) generasi, sampai dengan sepuluh tahun ke depan, struktur demografi Indonesia akan didominasi oleh generasi Y. Atau lebih populer dengan istilah sebagai generasi milenial, yaitu generasi yang lahir mulai dari tahun 1981 sampai dengan tahun 2000.

Saat ini, secara statistik jumlah populasi generasi milenial di Indonesia sudah pada kisaran 33% sampai dengan 34 % dari total penduduk Indonesia. Dan diproyeksikan komposisi demografis generasi milenial akan semakin dominan seiring dengan semakin berkurangnya jumlah generasi baby boomer (yang lahir di kisaran tahun 1946-1964)  dan generasi X (generasi yang kini berusia 35 tahun sampai 55 tahun).

Artinya, target pasar potensial bagi dana pensiun sepuluh tahun ke depan adalah para generasi milenial ini. Jika saat ini generasi milenial paling muda berusia 17 tahun dan paling tua berusia 36 tahun, maka sampai dengan sepuluh tahun ke depan generasi yang sudah melek teknologi tersebut akan menjadi potensial market paling besar bagi dana pensiun.

Hanya saja, saat ini dana pensiun masih belum dikenal oleh generasi milenial. Berdasarkan hasil survei Alvara Research Center (2017), produk-produk keuangan yang sudah dikenal dan digunakan generasi milenial diantaranya adalah tabungan, deposito, kredit, asuransi dan investasi unitlink. Melihat hal tersebut, jika ingin berhasil masuk ke ceruk pasar generasi milenial, industri dana pensiun harus menggunakan pendekatan yang tepat sesuai dengan karakter si generasi milenial tersebut.

Feedback   ↑ x
Close [X]