: WIB    --   
indikator  I  

Data statistik dan dinamika ekonomi

Oleh G. A. Diah Utari
( Pengajar BI Institute )
Data statistik dan dinamika ekonomi

Krisis global 2008/2009 yang dampaknya masih kita rasakan saat ini memberikan banyak pelajaran berharga.  Perekonomian dunia  yang semakin terkoneksi membuat dampak krisis mudah ditularkan ke dalam negeri baik melalui jalur perdagangan maupun keuangan. Selain itu kebijakan moneter dan fiskal saja tak cukup untuk menciptakan stabilitas makro. Faktor kunci mencapai stabilitas makro tidak hanya pada inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi perlu didukung kestabilan di sektor keuangan. Kebijakan makroprudensial menjaga stabilitas sistem keuangan melalui pengendalian pertumbuhan kredit, menjaga volatilitas capital flow serta mengendalikan perilaku risk taking yang berlebihan.

Kebijakan yang baik bergantung pada kekuatan dan ketepatan data sebagai dasar analisis. Data yang kurang lengkap, tidak akurat dan tidak tepat waktu menyebabkan lemahnya langkah antisipasi dalam menghadapi krisis yang terjadi. Pernyataan Mario Draghi, Presiden European Central Bank menggambarkan dengan tepat hal ini “Policy-making and, indeed, decision making are only as good as the information on which they are based ”.

Semakin kompleksnya permasalahan ekonomi dunia dan domestik menuntut pemahaman yang lebih komprehensif terhadap interkoneksi antar sektor perekonomian dalam perumusan kebijakan. Selain itu, tuntutan tersedianya data yang lebih mikro (granular) untuk perumusan kebijakan semakin tinggi. Data agregat kadang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Contohnya, likuiditas sektor keuangan keseluruhan terlihat mencukupi namun bila ditinjau per bank dapat berbeda. Untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat terutama menyangkut  mikroprudential dan pengawasan sektor keuangan diperlukan data yang lebih bersifat mikro.

Feedback   ↑ x