: WIB    --   
indikator  I  

Fatamorgana membaiknya ekonomi

Oleh Andry Satrio Nugroho
( Peneliti Indef )
Fatamorgana membaiknya ekonomi

Terjadi pergeseran produksi

Kinerja industri yang anjlok berdampak pada nasib tenaga kerja. Imbasnya, daya beli tenaga kerja di industri tersebut  pun bisa terganggu.  

Begitu pula penjualan ritel di kuartal II-2017 hanya tumbuh 6,7% padahal tahun lalu bisa 7%-8%. Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat hanya 345.243 orang yang terserap di sektor ritel pada kuartal II tahun ini, turun 2,67% dari tahun sebelumnya.  

Penjualan barang konsumsi di semester I-2017 juga 3,4% sedangkan pada tahun lalu mampu mencapai 10,7%. Survei AC Nielsen pada Kuartal I-2017 menunjukan penjualan hipermarket terkontraksi sementara minimarket mengalami pertumbuhan positif meskipun lebih rendah daripada tahun sebelumnya.

Data ini menjelaskan masyarakat sangat selektif mengonsumsi barang kebutuhan dan berbelanja dengan jumlah lebih sedikit. Masyarakat juga lebih memilih berbelanja barang yang segera dikonsumsi dibandingkan berbelanja untuk stok.  

Dari sektor otomotif, kendaraan kelas bawah seperti motor mengalami penurunan penjualan sebesar 13,1% menjadi 2,7 juta unit. Memang terjadi peningkatan tipis penjualan mobil pada semester I-2017 sebesar 0,61%, namun itu pun disumbang oleh mobil mewah.

Sementara dari indikator pembangunan fisik bisa kita lihat dari konsumsi semen yang belum membaik. Konsumsi semen nasional pada semester I-2017 turun 29 juta ton atau terpangkas 1,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data ini juga dikonfirmasi melalui kekuatan masyarakat dalam mengonsumsi properti yang lemah di tengah suplai properti yang rendah. Pada kuartal II tahun ini, KPR rumah cuma tumbuh 7,9
%, lebih rendah dari kuartal I 8,7%.  

Feedback   ↑ x
Close [X]