: WIB    --   
indikator  I  

Harus dipisah

Oleh Hendrika Yunapritta
Harus dipisah

Pernah seorang bankir dari Thailand cerita bahwa ia senang jika mendapat tugas ke Indonesia. Yang paling berkesan baginya adalah mendapat pengawalan pribadi ketika melakukan perjalanan di seputar ibukota. Menurutnya, hal itu tidak akan pernah dialaminya di negeri sendiri, karena pengawalan merupakan hal istimewa yang hanya bisa diperoleh para pejabat negara.

Macet dan Jakarta sejatinya seperti tak terpisahkan. Dua tahun lalu, Castrol-Magnatec Index menempatkan Jakarta sebagai kota termacet di dunia dari angka stop-start kendaraan per tahun 33.240. Pengukuran melalui GPS dan kota yang paling tidak macet adalah Tampere di Finlandia dengan angka stop-start 6.240.

Adapun menurut Tomtom Traffic Index 2016, Jakarta menempati urutan ketiga kota termacet di dunia dengan angka kemacetan 58%. Bangkok sebenarnya lebih macet karena ada di urutan kedua. Tapi, predikat ini cukup istimewa karena Jakarta merupakan pendatang baru kota termacet versi Tomtom.

Feedback   ↑ x