: WIB    --   
indikator  I  

Industri sebagai penggerak ekonomi

Oleh Darius Tirtosuharto
( Bekerja di Bank Indonesia )
 Industri sebagai penggerak ekonomi

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kontribusi pertumbuhan sektor industri konsisten dalam tren menurun. Tercatat pada triwulan I 2017, sektor industri memberikan kontribusi 0,9% dari total pertumbuhan sebesar 5,0% secara tahunan. Sementara pada 2012, sektor industri memberikan kontribusi 1,3% ke total pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6% secara tahunan. Hal ini sering dikaitkan dengan fenomena deindustrialisasi dini yang idealnya tidak terjadi pada suatu negara dengan pendapatan per kapita di bawah level upper middle income (ambang batas pada pertengahan tahun 2016 sebesar $ 4,036).

Sejumlah tantangan dihadapi sektor industri, utamanya adalah penurunan daya saing ekspor sebagai dampak dari rendahnya produktivitas serta kapasitas maupun kapabilitas SDM, minimnya infrastruktur dan terbatasnya utilisasi teknologi. Sebagian industri nasional saat ini juga masih menggunakan alat produksi konvensional atau bahkan tradisional yang menghambat perbaikan produktivitas maupun efisiensi biaya produksi. Kapasitas pembiayaan untuk upgrading juga relatif terbatas di sejumlah sektor industri, sehingga mengurangi ruang gerak dalam merealisasikan investasi secara masif dan simultan. Dihadapkan pada kondisi seperti saat ini, maka dibutuhkan strategi dan prioritas pembangunan di sektor industri yang tepat.

Dalam kaitan itu, terdapat tiga hal yang cukup krusial untuk menjadi perhatian, yakni keterkaitan (interlinkage) antar sektor industri, potensi sumber daya pendukung, prospek pasar ekspor, serta implementasi kebijakan industri secara efektif. Merujuk pada rencana induk pembangunan industri nasional, telah diidentifikasi enam industri andalan, yakni industri pangan, industri farmasi dan alat kesehatan, industri tekstil, kulit dan alat kaki, industri alat transportasi, industri elektronik dan telematika, serta industri pembangkit energi.

Selain itu juga ditetapkan tiga industri hulu utama dan industri pendukung utama yang berfungsi menyediakan input bahan baku, mesin dan alat industri, serta kebutuhan energi. Faktor keterkaitan antar sektor industri menjadi salah satu kunci dari keberhasilan industrialisasi yang perlu dipetakan. Dengan memahami secara baik faktor keterkaitan antar sektor industri ini, penentuan strategi dan prioritas pengembangan sektor industri juga semakin tajam, sehingga memberikan kontribusi signifikan ke perekonomian serta mendukung migrasi Indonesia ke negara berpendapatan tinggi.

Feedback   ↑ x
Close [X]