: WIB    —   
indikator  I  

Industri tekfin

Oleh S.S. Kurniawan
Industri tekfin

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya nakhoda baru. Lewat voting di Komisi Keuangan (XI) DPR, Wimboh Santoso terpilih sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017–2022. Komisaris Utama Bank Mandiri ini menang telak atas pesaingnya, Sigit Pramono, dengan meraih 50 suara.

Selain Wimboh, wakil rakyat yang bermarkas di Senayan juga memilih enam anggota Dewan Komisioner OJK anyar. Mereka adalah Nurhaida, Tirta Segara, Riswinandi, Heru Kristiyana, Hoesen, dan Ahmad Hidayat. Kecuali Nurhaida yang juga menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, yang lain adalah muka-muka gres.

Tentu, banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus Wimboh dan anggota Dewan Komisoner OJK selesaikan. Salah satunya, pengembangan industri jasa keuangan berbasis teknologi informasi atawa teknologi finansial (tekfin), yang juga populer dengan sebutan financial technology (fintech). Sebab, Industri tekfin di tanah air berkembang sangat pesat dua tahun terakhir.

Hingga Maret lalu, Asosiasi Fintech Indonesia mencatat, ada 157 perusahaan tekfin yang beroperasi di negara kita, mayoritas berumur kurang dari dua tahun. Sebanyak 76% di antaranya berdiri dalam rentang tahun 2015 sampai Maret 2017 atau masih berstatus perusahaan rintisan alias start-up.

Feedback   ↑ x
Close [X]