kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.554
  • SUN103,53 -0,27%
  • EMAS603.986 -0,83%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Jadi rakyat kritis

Kamis, 15 Juni 2017 / 13:17 WIB

Jadi rakyat kritis

Perdebatan mengenai hak angket Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergulir. Perdebatan berkisar pada keabsahan hak angket, hingga tujuan dibentuknya hak angket KPK. Sejak disahkan pada Jumat (28/4) lalu, banyak pihak yang menilai keputusan tersebut tidak sah. Pasalnya, pimpinan DPR Fahri Hamzah tetap mengetukkan palu meski sejumlah fraksi di DPR tidak setuju.

Bergulirnya hak angket diyakini banyak pihak dimulai dari keinginan Senayan untuk mendapatkan BAP Miriyam S Haryani, yang merupakan tersangka kasus korupsi e-KTP. Selain itu, mengutip hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 3-5 Mei 2017 lalu, sekitar  72,4% responden percaya bahwa Hak Angket KPK terkait dengan korupsi e-KTP.



Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Hayam Wuruk
07 March 2018 - 08 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]