: WIB    —   
indikator  I  

Jaga stabilitas domestik

Oleh Anil Kumar
( Fund Manager Ashmore Asset Management Indonesia )
Jaga stabilitas domestik

Sentimen global, terutama dari Amerika Serikat (AS), menjadi perhatian utama saya ketika berbicara kondisi pasar Indonesia. Rencana The Fed menaikkan suku bunga tiga kali di tahun ini sempat membuat ketar-ketir.

Namun nyatanya, percepatan ekonomi di sana belum bisa memenuhi target. Pidato terakhir Presiden AS Donald Trump di parlemen juga tidak mendatangkan sinyal positif. Sejumlah rencana kebijakan Trump belum berjalan mulus.

Stabilitas iklim investasi dalam negeri sangat bergantung pada faktor tersebut. Kalau AS kian tenggelam dalam kondisi seperti saat ini, Indonesia akan tetap cemerlang. Sebaliknya, jika negara adidaya itu kembali memegang kendali dan membalikkan arah, ada dua kemungkinan arah yield obligasi Indonesia: flat atau cenderung naik.

Sedangkan harga beberapa komoditas di pasar global membaik, sehingga  menaikkan ekspor komoditas Indonesia. Itulah alasan investor tergiur berpindah ke emerging market ketimbang developed market.

Feedback   ↑ x
Close [X]