: WIB    --   
indikator  I  

Kemandirian bahan baku obat

Oleh Nadia Kusuma Dewi
( Industry Analyst Bank Mandiri )
Kemandirian bahan baku obat

Pasar produk farmasi Indonesia tumbuh rata-rata 10% per tahun (CAGR) pada periode 2011-2015. Pada 2016 pasar farmasi Indonesia diperkirakan sekitar Rp 69 triliun dan diharapkan mencapai Rp 102 triliun pada 2020.

Terdapat tiga faktor pendorong utama pertumbuhan industri farmasi ke depan. Pertama, jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan masyarakat middle income class sebagai basis pasar yang potensial. Kedua, pendapatan per kapita yang meningkat dan peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan. Ketiga, implementasi BPJS Kesehatan yang semakin baik telah meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat secara luas.

Namun demikian, pasar produk farmasi yang berkembang tidak didukung oleh perkembangan sektor hulunya, yaitu industri bahan baku obat.

Pengembangan bahan baku obat di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala. Pertama, industri kimia dasar dalam negeri tidak terintegrasi dengan industri bahan baku obat sintetik. Kedua, kebijakan belum komprehensif dan terintegrasi. Ketiga, skala produksi yang diperlukan kecil jika hanya menggantungkan pasar farmasi nasional. Berbeda halnya jika memanfaatkan pasar ASEAN, di mana pasar bisa lebih besar sehingga skala produksi bisa lebih besar dan mencapai skala ekonomi.

Akibat berbagai kendala itu, Indonesia masih harus mengimpor sebagian besar bahan baku industri farmasi. Ketergantungan yang tinggi akan impor bahan baku obat menyebabkan industri farmasi rentan terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah.

Sebagai gambaran, lebih dari 90% bahan baku obat saat ini masih diimpor dari Tiongkok (60%), India (30%), dan sisanya dari AS dan Eropa. Pharma Materials Management Club (PMMC) memperkirakan nilai impor bahan baku farmasi saat ini mencapai Rp 15 triliun atau sekitar 20% dari nilai pasar farmasi nasional.

Padahal pada dasarnya, Indonesia memiliki peluang mengembangkan industri bahan baku obat dengan pendekatan sintesis kimia maupun bioteknologi. Kami melihat, potensi yang paling besar untuk dikembangkan dalam jangka panjang adalah industri bahan baku obat berbasis tanaman, mikro organisme dan biota laut. Selain itu, tren masa depan industri farmasi adalah berbasiskan biopharmaceuticals dan produk natural.

Feedback   ↑ x
Close [X]