: WIB    --   
indikator  I  

Kenapa tidak buyback saham?

Oleh Yohanis Hans Kwee
( Komisaris Utama PT Investa Stellar Dana Kelola, Dosen FEB Universitas Trisakti & Magister Ekonomi Terapan (MET) FEB Unika Atma Jaya )
Kenapa tidak buyback saham?

Misteri dividen, menjadi pertanyaan besar kenapa perusahaan membayarkan dividen. Sebuah perusahaan didirikan dengan tujuan untuk kesejahteraan pemegang saham. Ada tiga aktivitas utama yaitu mencari sumber pendanaan, melakukan investasi dan mengembalikan hasil investasi itu kepada pemegang saham. Salah satu bentuk pengembalian kepada pemegang saham yang populer adalah lewat dividen. Kalau tujuan perusahaan berdiri dan beroperasi adalah untuk kesejahteraan pemegang saham maka pembagian dividen masih menjadi sebuah kebijakan yang dipertanyakan.

Salah satu pertimbangannya adalah apa yang ditulis oleh Modigliani dan Miller (1961) tentang ketidakrelevanan kebijakan dividen. Pembagian dividen dianggap tidak relevan meningkatkan kekayaan pemegang saham.

Memang pendapat ini datang lewat asumsi pasar modal sempurna, di mana tidak ada unsur pajak dan biaya-biaya di pasar modal. Tetapi kalau dikaji lebih jauh pendapat ini masuk akal.

Ambil contoh seorang investor punya saham perusahaan A sebanyak 20 % dengan nilai perusahaan
Rp 100 miliar. Kemudian RUPS memutuskan membagikan dividen kas Rp 10 miliar. Bila dilihat nilai perusahaan menjadi Rp 90 miliar dan Rp 10 miliar menjadi dividen.

Sedangkan kekayaan investor A pada awalnya Rp 20 miliar, sesudah pembagian kas dividen kekayaan investor A tetap Rp 20 miliar, terdiri Rp 18 miliar nilai pasar perusahaan dan Rp 2 miliar berupa dividen kas. Artinya kebijakan ini tidak meningkatkan kekayaan investor A.

Tetapi dalam pasar modal yang tidak sempurna ternyata ada pajak atas transaksi dan dividen yang di bagikan perusahaan. Pemerintah akan mengenakan pajak atas dividen sebesar 15 % yang bersifat final. Menyambung contoh di atas kekayaan investor A setelah pembagian dividen mengalami penurunan kekayaan yaitu nilai perusahaan Rp 18 miliar, kas dari dividen Rp 1,7 miliar dan pajak Rp 300 juta. Artinya kekayaan investor A mengalami penurunan dari Rp 20 miliar menjadi Rp 19,7 miliar sesudah pembagian dividen. Memang pajak sendiri dipungut oleh pemerintah akan dikembalikan dalam bentuk fasilitas untuk mendorong perekonomian yang pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan.

Feedback   ↑ x
Close [X]