: WIB    --   
indikator  I  

Kisah anak-anak tajir

Oleh Mesti Sinaga
Kisah anak-anak tajir

Soal uang, ada beragam jenis manusia. Ada yang tega memperkaya diri dengan mencurangi puluhan ribu orang yang begitu rindu beribadah ke tanah suci. Bahkan ada yang mencari uang dengan memproduksi kebencian di media sosial. Namun, ada pula sejumlah anak-anak muda dari keluarga superkaya, yang kini justru  mengarahkan bisnisnya membantu warga miskin lingkungan hidup.

Kelompok itu menamakan dirinya The ImPact. Penggagasnya adalah Justin Rockefeller, cucu buyut John D. Rockefeller dan Josh Cohen, CIO Tyden Ventures. Di jajaran pendirinya terdapat Liesel Pritzker Simmons (pewaris Hotel Hyatt Hotels) Jason Ingle (cicit Henry Ford) dan Jim Sorenson (putra pengusaha James LeVoy Sorenson).

Agak berbeda dengan pendahulunya seperti Bill Gates dan Buffett, ImPact tak sekadar memberi derma. Anak-anak yang terlahir tajir ini melakukan investasi sekaligus beramal atau impact investment.

Dengan impact investment,  orang berinvestasi di bisnis yang bisa membantu masyarakat miskin dan lingkungan hidup. Usaha-usaha tersebut tetap mencari keuntungan, namun itu bukan lagi tujuan utama. Beberapa bisnis yang mereka masuki antara lain: usaha  air bersih, pembuatan alat-alat pertanian modern dengan harga terjangkau, turbin angin dengan energi terbarukan, atau proyek perumahan layak huni untuk warga miskin.

Feedback   ↑ x
Close [X]