: WIB    —   
indikator  I  

Lebih peduli bencana

Oleh Syamsul Ashar
Lebih peduli bencana

Selasa (28/11) kemarin berseliweran kabar di media sosial dan pesan pendek baik berupa foto maupun video yang menggambarkan dahsyatnya banjir di beberapa daerah karst Pegunungan Sewu. Selama ini daerah-daerah pegunungan yang meliputi Gunung Kidul, Wonogiri, Pacitan, rata-rata hampir tak pernah terdengar musibah banjir besar. Wilayah-wilayah ini lebih sering terjadi kekeringan dan puso.

Banjir akibat hujan deras di kawasan Selatan Pulau Jawa ini mengonfirmasi warna hijau tua di Peta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Warna hijau tua tampak menutup hampir seluruh wilayah Indonesia. Hanya sebagian kecil yang berwarna hijau muda.

Warna hijau tua ini menandakan Wilayah Indonesia pada akhir November 2017 dan sepanjang Desember 2017 diprediksi mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi. Sedangkan hijau muda menunjukkan intensitas hujan menengah.

Ya, peringatan BMKG ini memang tak banyak jadi perhatian. Seharusnya pemerintah daerah dan masyarakat waspada terhadap peringatan ini. Terutama mereka yang tinggal di sekitar bantaran kali, pinggiran tebing, lereng lereng perbukitan musti bersiap mengantisipasi bencana akibat hujan lebat yang bisa menyebabkan banjir dan longsor.

Pemda juga musti sigap melakukan pengecekan tanggul-tanggul yang ada waduk maupun bantaran yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga maupun tidak, agar mencegah terjadinya jebol lantaran tanggul yang rapuh.

Tidak hanya masalah cuaca, sebagian wilayah seperti Bali dan Lombok juga menghadapi bencana letusan Gunung Agung. Sebagai antisipasi pemerintah menutup Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali dua hari ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengimbau warga hingga 8-10 kilometer dari kawah segera mengungsi agar tidak terjadi korban.

Wisata di daerah Bali dan Lombok juga lumpuh karena dampak letusan Gunung Agung ini. Sejumlah calon wisatawan asing juga membatalkan kunjungan mereka ke wilayah ini, padahal akhir tahun biasanya menjadi panen raya industri pariwisata.

Kiranya kita semua bisa berempati dan turut mengulurkan tangan membantu saudara-saudara yang tertimpa bencana. Bukan hal yang bijak kalau kita masih ingin membuat hura-hura menggelar hajatan yang demonstrasi untuk sekadar reuni, tanpa tuntutan pasti. Akan lebih simpatik jika panitia menggunakan anggaran reuni itu buat membantu dapur umum para pengungsi.

Feedback   ↑ x
Close [X]