: WIB    —   
indikator  I  

Literasi sudah mendesak

Oleh Desmon Silitonga
( Pengamat Pasar Modal )
Literasi sudah mendesak

Literasi keuangan adalah 'PR' besar bagi Indonesia. Dengan wilayah luas dan kualitas pendidikan yang tak begitu baik, literasi di sektor keuangan memang butuh waktu tidak sebentar.
Pengetahuan masyarakat terhadap produk keuangan masih minim. Imbasnya, tawaran imbal hasil dengan untung selangit dalam tempo cepat terdengar menggiurkan.

Ini terbukti dengan langgengnya praktik investasi ilegal hingga kini. Kondisi demikian membuat edukasi dan literasi di bidang keuangan menjadi hal darurat dan prioritas.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membentuk satuan tugas (satgas) waspada investasi sebagai upaya menekan jumlah kasus investasi ilegal. Namun, nyatanya kasus tersebut banyak terjadi di daerah pedesaan, sehingga peran satgas belum bisa berjalan optimal.

Saya sendiri sebenarnya tidak berharap terlalu banyak terhadap satgas yang telah terbentuk. Mengingat budaya bikrokrasi yang kerap berjalan tidak sinergis sudah terlanjur melekat. Akan tetapi, PR ini bukan hanya tanggungan OJK ataupun satgas, melainkan butuh dukungan juga dari berbagai pihak.

Dari penjelasan itu, ada beberapa rekomendasi yang bisa dipertimbangkan OJK dan institusi terkait.

Pertama, menggencarkan edukasi dan literasi keuangan. Saat ini program itu sudah merambah perguruan tinggi, ke depan harus masuk berbagai tingkat pendidikan termasuk usia dini.

Kedua, sistem perizinan satu pintu untuk seluruh kegiatan keuangan di Indonesia. Sebab, disintegrasi antarlembaga pemberi izin menyulitkan wewenang tindak lanjut kasus.

Bahkan, sebenarnya kasus investasi ilegal banyak juga yang di luar wewenang OJK. Di sisi lain, Satgas Waspada Investasi hanya berperan sebagai medium koordinasi.

Ketiga, jika izin satu pintu belum bisa diberlakukan, institusi pemberi izin harus tegas terhadap investasi ilegal.

Keempat, OJK dan Satgas dapat memetakan probabilitas praktik investasi mencurigakan di berbagai daerah. Ini bisa dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah.

Reporter : Olfi Fitri Hasanah

Feedback   ↑ x
Close [X]