: WIB    —   
indikator  I  

Macet jalur nontunai

Oleh Thomas Hadiwinata
Macet jalur nontunai

Apakah Anda termasuk orang yang mengisi libur akhir pekan panjang saat perayaan natal dan tahun baru dengan berjalan-jalan? Jika ya, semoga Anda termasuk orang yang mengalami perjalanan yang nyaman.

Karena banyak yang harus menempuh waktu perjalanan lebih lama gara-gara macet. Dan di musim liburan seperti akhir tahun lalu, macet bukan satu-satunya musuh yang bisa menipiskan waktu Anda bersenang-senang.

Kerepotan terbaru yang ditemui sejumlah orang adalah mengisi kartu uang elektronik. Tentu, kita mafhum bahwa uang elektronik menjadi satu-satunya alat pembayaran tarif tol sejak Oktober tahun lalu. Jadi, mereka yang hendak menikmati perjalanan darat melalui ruas tol harus siap mengisi saldo kartunya.

Di atas kertas, mengisi uang elektronik bukanlah kegiatan yang memakan waktu. Bank penerbit biasanya menyatakan, uang elektronik bisa diisi melalui mesin ATM atau outlet mini market. Ada juga kartu uang elektronik yang bisa diisi melalui internet banking.

Kenyataan yang dihadapi beberapa rekan penulis, seluruh saluran isi ulang uang elektronik ikut-ikutan macet, seperti jalan tol, di masa liburan. Tidak sedikit yang harus membuang waktu hampir satu jam hanya untuk mencari tempat pengisian uang elektronik.

Ya, pekerjaan yang ringan itu menjadi sulit karena kenyataannya saluran top up saldo uang elektronik masih terbatas. Kalau mau mengisi gratis, ATM milik bank penerbit  kartu uang elektronik merupakan outlet yang paling sering dipakai.

Celakanya, tidak semua bank penerbit kartu uang elektronik memiliki mesin ATM yang seluruhnya bisa melakukan top up. Semua bank pasti punya mesin ATM generasi lama, yang hanya bisa mengeluarkan uang.

Mengisi saldo melalui gerai ritel modern, yang mengenakan fee top up juga tidak bisa diandalkan. Tidak ada ritel modern yang berani menjamin seluruh outlet mereka bisa melayani top up setiap saat.

Kenyataan ini memang ironis. Di saat banyak yang mewajibkan penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran, seperti pengelola tol, atau parkir, infrastrukturnya masih belum siap.

Sudah saatnya, Bank Indonesia, pemerintah juga industri perbankan membuat gerakan nontunai menjadi lebih konkrit. Caranya? Ya perbanyak jalur isi ulang uang elektronik. Tidak ada kampanye yang lebih baik daripada memberi pengalaman yang menyenangkan ke masyarakat.    

Feedback   ↑ x