: WIB    —   
indikator  I  

Manfaatkan momentum bullish

Oleh William Surya Wijaya
( Vice President Research Department Indosurya Sekuritas )
Manfaatkan momentum bullish

Januari menjadi titik awal memulai investasi. Saat memilih investasi, jika investor ingin berinvestasi di instrumen jangka panjang, mereka biasanya memilih skenario paling aman.

Karena itu, biasanya saham berkapitalisasi pasar besar akan menjadi pilihan. Ketika saham berkapitalisasi besar aktif ditransaksikan,  hal ini akan mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kenaikan momentum inilah yang kerap dikenal dengan istilah January effect.  

Meski demikian, January effect tidak bisa dipastikan selalu terjadi setiap tahun.  Tahun ini, bisa saja ada January effect. Apalagi pertumbuhan IHSG cukup baik.  Di pengujung tahun lalu,  IHSG ditutup di posisi 6.355,65, naik 19,99% di sepanjang 2017.

Momentum kenaikan IHSG ini bisa menjadi daya tarik bagi investor asing.  Dengan demikian, tentu emiten maupun Bursa Efek Indonesia (BEI) berupaya menjaga kondisi pasar agar tetap bullish. Selain itu,  di awal tahun ini, harus ada kesan yang baik agar kepercayaan investor bisa langgeng.

Secara psikologis, di awal tahun ada semangat baru. Begitu pula dengan emiten, yang akan giat memperbaiki kinerja. Ditambah lagi, awal tahun ini akan ada rilis laporan keuangan tahunan emiten.

Saya memprediksi IHSG mencoba menyentuh level 6.500 pada Januari ini. Apalagi setelah Januari ada tahun baru Imlek.

Tak bisa dipungkiri,  IHSG yang sempat berkali-kali menyentuh rekor baru menjelang tutup tahun 2017 akan mendorong investor merealisasikan untung. Mereka akan memindahkan dana dari saham yang telah menguntungkan ke saham yang lebih prospektif. Namun, mereka tidak akan keluar dari pasar saham. Sehingga jikapun ada koreksi, tak akan terjadi lama.

Dengan mempertimbangkan sentimen yang mungkin muncul, pada tahun ini sektor yang masih akan prospektif adalah konsumer, infrastruktur serta sektor perbankan.             

 

Reporter : Nisa Dwiresya Putri

Feedback   ↑ x