: WIB    —   
indikator  I  

Membaca hasil survei dengan bijak

Oleh Iding Rosyidin
( Ketua Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta )
Membaca hasil survei dengan bijak

Jelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 yang akan diselenggarakan pada 19 April 2017 kembali publik disuguhkan oleh rilis hasil survei sejumlah lembaga survei. Setidaknya ada empat lembaga survei yang telah merilis hasilnya, yatu, Sinergi Data Indonesia (SDI), Media Survei Nasional (Media), Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), LSI (Lingkaran Survei Indonesia). Setelah ini mungkin ada lagi lembaga survei lain yang akan merilis hasil surveinya.

Ada satu kesamaan dari hasil survei lembaga-lembaga tersebut, yakni unggulnya pasangan Anies Rasyid Basweda-Sandiaga Uno atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Namun, selisih kemenangan antar kedua pasangan tersebut berbeda-beda antar satu lembaga dengan lembaga lainnya. Selisih paling kecil adalah 1% seperti diperlihatkan SMRC di mana Anies-Sando memeroleh 47,9% dan Ahnok-Djarot 46,9%. Sedangkan selisih terbesar adalah 8% yang diperlihatkan LSI, yakni 51,4% berbanding 42,7%.

Pertanyaannya adalah apakah hasil-hasil survei tersebut akan mencerminkan perolehan suara yang nyata pada saat pencoblosan nanti ataukah akan ada perubahan pada hari pencoblosan? Lalu bagaimana sebaiknya kita membaca hasil-hasil survei tersebut?

Feedback   ↑ x
Close [X]