kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Membakar nafsu di bulan Ramadan

Rabu, 16 Mei 2018 / 11:17 WIB

Membakar nafsu di bulan Ramadan

Ramadan akan segera datang. Pintu rahmat, sebagaimana yang terdapat dalam sepuluh hari pertama, dibukakan. Jendela ampunan, seperti yang ada dalam sepuluh hari kedua, dibentangkan. Anugerah pembebasan dari siksa neraka, sebagaimana yang ada dalam sepuluh hari terakhir, dihamparkan. Manusia yang benar-benar beriman dan bertakwa tentu akan menyambut dengan suka cita bulan suci yang tiba setahun sekali tersebut. Inilah masa, untuk membersihkan pikiran dari nista. Inilah waktu, untuk menjernihkan hati dari bersitan dosa. Inilah saat, untuk mendisiplinkan perbuatan dari durhaka.

Sebelum Ramadan tiba, Rasulullah SAW senantiasa menyampaikan khotbahnya agar para sahabat benar-benar mempersiapkann diri menyambut datangnya bulan yang agung tersebut. Berbagai keutamaan Ramadan diuraikan oleh Nabi Muhammad agar tidak ada hari, jam, dan menit, atau detik terlewatkan begitu saja tanpa ibadah kepada Allah SWT, tanpa mengabdi kepada Yang Maha segala-galanya tersebut. Pada bulan tersebut, nafas-nafas menjadi tasbih, tidur menjadi ibadah, segala amal diterima, dan doa-doa kita dikabulkan. Jangan lupa, musuh-musuh yang nyata dibelenggu.

Apa khotbah yang disampaikan Nabi? Begini isinya: "Bermohonlah kalian kepada Allah, Tuhan kalian, dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbing kalian untuk melaksankan puasa (shaum) dan membaca kitabNya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan haus kalian, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekalah kepada kaum fakir dan miskin. Muliahkanlah orang tua-orang tua kalian, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraan kalian, jagalah lidah kalian, tahanlah pandangan kalian dari apa yang tidak halal kalian pandang dan peliharalah pendengaran kalian dari apa yang tidak halal kalian dengarkan.

Ayat Al-Quran yang seringkali dikutip juru dakwah, yang saya yakin pembaca sudah hafal semua, terkait perintah puasa adalah surat Al-Baqarah ayat 183. Bunyi terjemahannya demikian, Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ramadan sendiri berasal dari kata ramidha, yarmadhu, Ramadan, yang artinya sangat panas. Sehingga jika ada kalimat, armada asy-syai, maknanya adalah membakar sesuatu. Dengan demikian, makna bulan Ramadan secara bahasa adalah bulan pembakaran. Pertanyaan kita adalah: apa yang dibakar? Jawabannya adalah nafsu manusia.

Lantas bagaimana cara membakar nafsu manusia itu? Caranya tentu saja tidak membakarnya secara langsung seperti kita membakar kayu atau kertas. Namun dengan cara berlapar dan dahaga. Jika manusia dalam keadaan lapar dan haus, dijamin nafsu manusia akan loyo, tidak punya tenaga. Kalau sudah tidak berkekuatan lagi, nafsu manusia akan mati dan tidak berkutik lagi. Nafsu manusia juga akan luluh seperti binatang buas yang sudah dijinakkan. Yang menjadi masalah adalah apakah nafsu manusia memang harus dimatikan?


Reporter: Tri Adi

Komentar
TERBARU
MARKET
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×