: WIB    —   
indikator  I  

Mencegah jual beli opini BPK

Oleh Baharuddin Aritonang
( Anggota BPK Periode 2004-2009 )
Mencegah jual beli opini BPK

Di dalam buku saya yang baru saja diluncurkan terpapar uraian “Tahapan terakhir audit keuangan adalah menyusun suatu laporan hasil pemeriksaan. Sesuai yang diatur undang undang dan standar pemeriksaan keuangan negara serta disesuaikan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), laporan hasil pemeriksaan keuangan berisi opini atau pendapat auditor terhadap laporan keuangan yang telah disusun unit kerja yang diperiksa.

Opini auditor itu adalah: opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atau unqualified opinion, opini wajar dengan pengecualian (WDP) atau qualified opinion, opini tidak wajar (TW) atau adverse opinion,. Serta opini tak memberikan pendapat (TMP) atau disclaimer.

Jadi sebenarnya opini yang diberikan itu adalah pendapat auditor yang akhirnya menjadi opini lembaga BPK. Memahaminya dapat juga disederhanakan. Misalnya opini WTP itu merupakan pendapat yang telah memenuhi syarat-syarat penyusunan laporan keuangan. Laporannya telah memenuhi segala  persyaratan laporan yang ditetapkan. Apakah “sekadar” memenuhi yang dipersyaratkan adalah soal lain.

Karena itu, bisa saja opini WTP, jenis pendapat terbaik yang diberikan auditor, tetapi di dalam kenyataannya terjadi penyimpangan. Tak heran bila BPK sendiri mengemukakan bila WTP itu bukan jaminan. Maksudnya adalah bahwa opini terbaik yang diberikan instansi BPK tidak menjadi jaminan tidak terjadi korupsi.

Feedback   ↑ x
Close [X]