kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.590
  • EMAS593.896 0,51%

Mengantisipasi dampak pelemahan rupiah

Selasa, 13 Maret 2018 / 13:50 WIB

Mengantisipasi dampak pelemahan rupiah



Pada awal Maret 2018 ini, nilai tukar rupiah cenderung mengalami pelemahan yang cukup signifikan. Bahkan, nilai tukar rupiah sempat menyentuh pada level Rp 13.800 per dollar Amerika Serikat (AS). Loyonya mata uang Garuda juga terjadi secara global, dialami pula oleh mata uang negara lainnya.

Hal ini terkait kian membaiknya ekonomi di Amerika Serikat (AS). Kebijakan moneter AS tengah memasuki era peningkatan suku bunga dan rezim kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.  Di tahun 2018 ini, rencananya, Federal Reserve akan mengerek suku bunga secara bertahap.

Seperti disampaikan pimpinan bank sentral AS, Jerome Powell, AS akan menaikkan suku bunga acuan secara gradual sebanyak tiga kali pada tahun ini. Meskipun ada stimulus pemangkasan pajak dan belanja pemerintah AS, bank sentral AS itu akan menyeimbangkan antara risiko ekonomi yang overheating dan kebutuhan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi negara ini.  

Dalam pandangan The Federal Open Market Committee (FOMC), kenaikan suku bunga acuan secara bertahap akan menjadi solusi terbaik untuk menjaga tujuan The Fed. Testimoni yang disampaikan Powell untuk pertama kalinya sejak terpilih menjadi pimpinan The Fed mengindikasikan bahwa reformasi pajak dan rencana ekspansi belanja pemerintah yang diluncurkan Presiden Donald Trump tidak akan langsung memberikan perubahan pada laju kenaikan suku bunga.

Apabila Federal Reserve benar-benar merealisasikan rencana kenaikan suku bunga sampai tiga kali pada tahun ini, bisa dibayangkan dampaknya terhadap pelemahan mata uang global. Bisa-bisa dunia akan mengalami krisis yang lebih parah dari krisis yang pernah terjadi sejak 1997 yang lalu.

Untuk itu, ada tiga hal yang harus diwaspadai dari dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Pertama adalah  dampak terhadap iklim investasi di Indonesia. Dampak ini akan terlihat dari aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi ke Indonesia.

Pelemahan rupiah terhadap dollar AS akan memicu adanya pelarian modal alias  capital outflow.  Meskipun risiko investasi Indonesia yang tercermin dalam credit default swap (CDS) terbilang rendah, namun lesunya rupiah akan menggerus imbal hasil yang diterima investor.

Untungnya, selama ini prospek surat utang Indonesia masih positif. Persepsi risiko investor ke surat utang Indonesia masih bagus. Ini karena tertolong peringkat investment grade sejak lima tahun lalu dari Moody's dan Fitch Ratings, serta Mei 2017 lalu dari Standard & Poor's.

Kondisi pasar obligasi Indonesia juga ditandai dengan cost of fund pemerintah yang cenderung turun dalam menerbitkan global bond. Namun yang harus diwaspadai selain pelemahan rupiah adalah pada tahun ini merupakan tahun politik. Ada kekhawatiran bila credit default swap (CDS) Indonesia akan bergerak volatil.

Kedua, dampak terhadap industri dalam negeri, termasuk di dalamnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pelemahan rupiah terhadap dollar AS akan mengakibatkan biaya produksi industri menjadi tinggi. Kondisi ini bisa menurunkan daya saing. Peningkatan biaya produksi disebabkan bahan baku  industri yang nota bene harus diimpor akan terpukul oleh utang luar negeri yang mereka pikul. Utang dalam dollar AS menyebabkan biaya pembayaran meningkat. Meningkatnya beban tersebut sudah pasti membuat biaya modal membengkak, yang ujung-ujungnya meningkatkan harga produksi barang.

Ketiga, dampak terhadap masyarakat secara umum. Pelemahan rupiah yang berpengaruh di tingkat produsen pada akhirnya juga akan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Baik masyarakat kelas menengah atas, maupun masyarakat bawah. Hal ini disebabkan barang konsumsi sehari-hari tidak lepas terkena pengaruh dari melemahnya rupiah.

Keempat, dampak terhadap penerimaan negara. Lesunya perekonomian sebagai akibat kinerja industri dalam negeri dan UMKM mengalami pelemahan, maka konsekuensinya penerimaan negara dari pajak juga akan turun.



TERBARU
MARKET
IHSG
108,39
5.892,19
1.87%
 
US/IDR
14.578
-0,28
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×