: WIB    —   
indikator  I  

Mengendalikan harga

Oleh Ahmad Febrian
( Redaktur Kompartemen Kontan )
Mengendalikan harga

Di tengah tensi politik yang tak kunjung turun, kepuyengan masyarakat bertambah, dengan kenaikan harga-harga rutin menjelang Ramadan. Celakanya lagi, kenaikan harga rutin setiap tahun ini datang lebih cepat, yakni tiga pekan sebelum datangnya bulan puasa.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menjelaskan, kenaikan harga pangan tiga pekan sebelum Ramadan baru terjadi tahun ini. Umumnya harga pangan baru naik sepekan sebelum puasa, karena sebagian besar masyarakat membeli dalam volume besar.

Menurutnya kenaikan yang tidak normal ini harus menjadi perhatian pemerintah. "Kami meminta Kementerian Pertanian mendorong produksi pangan masuk ke pasar agar harga bisa kompetitif," terang Abdullah (Harian KONTAN, edisi 9 Mei 2017).

Padahal sebelumnya pemerintah berupaya keras membendung binalnya liukan harga dari berbagai lini. Di tingkat hulu, Kementerian Pertanian, misalnya, mendirikan Toko Tani Indonesia. Lalu Perum Bulog juga sudah mendirikan gerai Rumah Pangan Kita.

Lalu di tingkat hilir, Kementerian Perdagangan mengatur harga eceran tertinggi (HET). Harga daging ditentukan maksimal Rp 80.000 per kg, saat ini di antara Rp 117.000 sampai Rp 123.000 per kg. Demikian juga minyak goreng kemasan sederhana yang ditetapkan HET sebesar Rp 11.000 per kg, tapi harga minyak goreng curah di pasaran menembus Rp 13.000 per kg.

Sementara pihak kepolisian mendeteksi adanya kode HS (uraian barang) yang sama antara impor jagung pakan ternak dan jagung pangan. Juga adanya dugaan impor daging kerbau impor beku ilegal atau tanpa izin.

"Padahal impor daging kerbau hanya dilakukan Bulog. Sedangkan distribusi daging kerbau oleh Asosiasi Distribusi Daging Indonesia," ujar Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Ari Dono Sukmanto, dalam pernyataan tertulis yang diterima KONTAN belum lama ini. Soal daging bertambah ruwet, dengan sulitnya membedakan daging sapi beku dan daging kerbau beku.

Dengan berbagai tindakan dan temuan tersebut, seharusnya pemerintah bisa menemukan solusi agar bahaya "laten" kenaikan harga setiap tahun itu tidak terjadi. Perlu kerja lebih keras pemerintah agar  aksi pengendalian harga itu berhasil. Dan hukum berat pihak-pihak yang memanfaatkan celah kenaikan untuk kepentingan pribadi.

Feedback   ↑ x
Close [X]