kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menimbang IPO perbankan

Senin, 12 Februari 2018 / 16:43 WIB

Menimbang IPO perbankan

Relatif tingginya NPL menuntut tambahan dana cadangan kerugian penurunan nilai. Praktis, beban ini akan dikalkulasi perbankan sebagai biaya overhead. Idealnya, overhead harus bisa ditutup dengan pendapatan berbasis biaya atau fee based income (FBI).

Saat FBI belum mampu menutup overhead, margin keuntungan bank akan tergerus. Padahal, kalangan perbankan berupaya mempertahankan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) pada kisaran 5%-6% agar tercapai keuntungan yang optimal baik bagi bank maupun bagi pemegang saham.

Penguatan modal

Alhasil, pembayaran dividen menjadi salah satu pertimbangan IPO. Secara nature bisnis, usaha perbankan kebanyakan bertipe konglomerasi yang terkait dengan koneksi grup bisnisnya. Lagipula, pemegang saham beberapa bank masih terikat hubungan keluarga sehingga terkendala psikologis jika harus melepas kepemilikan.

Berbagai argumen di atas menjustifikasi keputusan bank memilih opsi tidak IPO. Konsekuensinya, IPO perbankan tampaknya hanya mengandalkan proses secara natural alih-alih dikondisikan dengan berbagai macam regulasi. Namun dalam perspektif jangka panjang, argumen tersebut bisa gugur.

Melalui pasar modal, perbankan bisa mendapatkan modal sehingga meningkatkan kapasitasnya. Dengan menjadi perusahaan go public, perbankan akan diawasi oleh publik.

Dengan demikian, IPO mempertinggi mutu tata kelola perbankan lantaran kepemilikannya yang lebih beragam.

Arsitektur Perbankan Indonesia yang dirilis sejak 2004 jelas mengamanatkan penguatan efisiensi melalui restrukturisasi modal dan aset. Karena itu, kiprah sektor perbankan dalam mendapatkan tambahan dana di pasar modal di masa mendatang akan terus berkembang.

Perbankan yang ditopang modal kuat, niscaya sanggup menetralisir risiko likuiditas dan menyerap risiko kredit bermasalah. Ketangguhan modal perbankan juga akan merawat stabilitas sistem perbankan sehingga kasus bank sistemik yang berefek domino bagi perekonomian tidak muncul lagi.



Komentar
TERBARU
MARKET
IHSG
-113,07
5.993,63
-1.85%
 
US/IDR
13.902
0,25
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×