: WIB    —   
indikator  I  

Menimbang OBOR

Oleh Thomas Hadiwinata
Menimbang OBOR

Seperti apa rupa Jalur Sutera di era digital? Dalam versi Pemerintah China, Jalur Sutera itu tidak hanya berupa jalan, tetapi juga rel kereta api, pelabuhan, hingga jalur serat optik. Berbagai fasilitas itu membentang di 65 negara yang tersebar tak cuma di Asia, tetapi juga Eropa, hingga Afrika.

Tiga-empat tahun lalu Tiongkok mengungkap rencananya mencetak ulang Jalur Sutera modern itu dalam rencana ambisius bernama One Belt One Road (OBOR). Ada dua megaproyek yang termasuk dalam OBOR, yaitu Silk Road Economic Belt and Maritime Silk Road. Kalkulasi Beijing, setelah seluruh pembangunan yang akan dilakukan secara bertahap tuntas, investasi yang mengucur bakal berkisar US$ US$6 triliun hingga US$8 triliun.

Tentu, China tak akan sanggup menggarap sendiri proyek ini. Beijing berharap ada 60-an negara yang turut bergabung di megaproyek OBOR. Itu sebabnya, OBOR tak lagi sekadar membangun proyek infrastruktur, tetapi menjadi semacam kerjasama ekonomi antar negara, dengan China sebagai motornya.

Upaya mengkonkritkan kerjasama di antara China dan negara-negara lain yang terlibat dalam OBOR  itu merupakan agenda utama pertemuan OBOR yang berlangsung sejak Minggu kemarin hingga hari ini.

Feedback   ↑ x
Close [X]