| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Meningkatkan kesejahteraan petani

Senin, 11 September 2017 / 12:52 WIB

Meningkatkan kesejahteraan petani

Indonesia hanya mempunyai dua musim, yaitu panas dan hujan. Musim tersebut mendukung sektor pertanian. Tapi, seiring berjalannya waktu, perubahan cuaca tidak dapat diprediksikan. Pergantian cuaca dari hujan ke panas dan sebaliknya bisa sangat cepat atau sangat lama.

Hal tersebut mengakibatkan hasil panen pertanian tak maksimal. Pertanian merupakan salah satu sektor utama di Indonesia. Maklum, kebutuhan pangan Indonesia sangat bergantung dari sektor pertanian. Namun, kemiskinan di Indonesia terpusat di wilayah pedesaan, yang sektor utamanya adalah pertanian.

Salah satu komoditas pertanian adalah beras. Di sisi lain, lahan  pertanian semakin sempit dan berkurang karena tergusur pembangunan infrastruktur, industri dan perumahan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) luas lahan sawah nasional sampai tahun 2014 seluas 8,11 juta hektare (ha).

Kemiskinan di pedesaan akibat  pengelolaan pertanian kurang mensejahterakan masyarakat pedesaan. Bantuan pemerintah ke para petani adalah kredit berbunga rendah, subsidi pupuk dan benih serta pendampingan pertanian.

Tapi praktik di lapangan, untuk mengajukan kredit, petani harus memiliki agunan dan persyaratan lain. Selain itu, limit masih belum mencukupi pemenuhan kebutuhan produktivitas.

Kesejahteraan petani rendah juga lantaran biaya produksi tinggi. Beberapa penyebabnya, pupuk dan benih bersubsidi tidak bagus. Lalu peralatan produksi masih tradisional dan infrastruktur belum memadai.

Realisasi anggaran subsidi pupuk dan benih terus meningkat. Realisasi anggaran pupuk  menjadi Rp 31,3 triliun pada 2015, dari Rp 14 triliun di tahun 2012. Anggaran subsidi pupuk naik Rp 17,3 triliun, tumbuh 30,9% per tahun.

Tahun 2016, subsidi pupuk  Rp 30,1 triliun dan tahun 2017 menjadi Rp 31,2 triliun. Realisasi subsidi benih padi, jagung dan kedelai meningkat menjadi Rp 112 miliar pada tahun 2015 dari Rp 60,3 miliar di 2012. Artinya, meningkat Rp 51,7 miliar atau tumbuh rata-rata 23% per tahun. Tahun 2016 menjadi Rp 1 triliun dan tahun 2017 sekitar Rp 1,2 triliun.



TERBARU
MARKET
IHSG
1,71
5.872,78
0.03%
 
US/IDR
14.520
0,71
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×