: WIB    —   
indikator  I  

Meningkatkan kredibilitas pemerintah

Oleh Eko Sumando
( Bekerja pada Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, Alumni Australian National University )
Meningkatkan kredibilitas pemerintah

Beberapa minggu lalu pemerintah Indonesia menorehkan dua prestasi sekaligus. Pertama, rating surat utang pemerintah naik dari non-investment grade (BB+) menjadi investment grade (BBB-) dan kedua, predikat laporan keuangan pemerintah pusat naik dari wajar dengan pengecualian (WDP) pada tahun sebelumnya menjadi wajar tanpa pengecualian (WTP). Pencapaian ini mewakili peningkatan kredibilitas dan akuntabilitas pemerintah. Pemerintah Indonesia patut berbangga walaupun pencapaian ini bukan tanpa tantangan lanjutan.

Surat utang pemerintah adalah salah satu indikator kredibilitas pemerintahan (Krugman, 2015) terakhir kali Indonesia memiliki investment grade adalah pada tahun 1997, sebelum Asian Financial Crisis. Peningkatan peringkat menunjukkan pengakuan kemampuan Pemerintah Indonesia dalam mengelola perekonomian dan memenuhi kewajibannya di mata internasional. Hal ini sekaligus menegaskan bantahan Kementerian Keuangan atas penilaian JP Morgan beberapa waktu lalu.

Penilaian yang menyebabkan putusnya beberapa kontrak pemerintah dengan JP Morgan itu menegaskan bahayanya jika lembaga perbankan making money out of country credibility. Indikator utama kredibilitas surat utang pemerintah sepatutnya dari fundamental ekonomi atau kemampuan membayar dan bukan dari hangatnya suhu politik  yang sementara (misalnya pada masa pilkada).

Dengan kata lain, jika analis pasar berusaha menilai hanya dari kondisi situasional, penelusuran mendalam perlu dilakukan terhadap portfolio asset analis tersebut. Dalam kasus JP Morgan, ini bukan pertama kali. Pada tahun 2015 analis JP Morgan pernah dikritik kredibilitasnya pada kasus Amtek di India.

Selanjutnya, jika memandang peningkatan rating ini secara rasional, Indonesia mungkin belum akan melihat dampaknya dalam jangka pendek. Studi European Central Bank (2013) menunjukkan bahwa perubahan reaksi pasar terhadap peningkatan rating jauh lebih sedikit daripada penurunan rating. Dengan kata lain, investor lebih cepat bereaksi terhadap bad news daripada good news. Sehingga tidak perlu berharap perubahan struktur permintaan surat utang pemerintah Indonesia yang drastis dalam jangka pendek.

Meski demikian, peningkatan rating akan memperluas potensi basis investor ke investment grade investor, yang selanjutnya relatif menurunkan borrowing cost pemerintah. Pemerintah Indonesia juga dapat merasakan positive spillover pada peningkatan sentimen positif investasi pada pasar lain seperti pasar modal dan pasar keuangan. Sentimen positif ini yang harus dijaga untuk mendukung iklim investasi dengan memperkuat fundamental ekonomi dan menjaga prediktabilitas kebijakan pemerintah.

Feedback   ↑ x
Close [X]