: WIB    —   
indikator  I  

Menyiapkan kepemimpinan milenial

Oleh Ali Rif'an
( Alumnus Magister Kajian Strategis Kepemimpinan UI )
Menyiapkan kepemimpinan milenial

Interaksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan penyanyi cantik Raisa di Istana Presiden, beberapa bulan yang lalu, menjadi viral dan tranding topic di media sosial. Menariknya, momen tersebut kini kembali disinggung Jokowi saat berpidato dalam talkshow bertajuk “Ekonomi Baru di Dunia Digital” belum lama ini.

Tentu Jokowi hendak mengirimkan pesan bahwa berbicara ekonomi digital tidak bisa dilepaskan dari generasi milenial atau generasi Y yang lahir tahun 1982-1995, beberapa menyebut hingga sebelum tahun 2000.

Perlahan namun pasti, generasi milenial akan mendonimasi berbagai aspek kehidupan. Tahun 2025, sebanyak 75% angkatan kerja dunia dikuasai generasi Y. Di saat yang sama, Indonesia di tahun 2020-2030 mendapatkan bonus demografi. Jumlah usia angkatan kerja (15 tahun-64 tahun) mencapai 70%, sedang 30% lainnya berada di usia tidak produktif. Artinya, Indonesia akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sedang usia tidak produktif sekitar 60 juta jiwa.

Kondisi tersebut tentu bisa menjadi berkah namun juga musibah bagi Indonesia. Menjadi berkah apabila pemimpin Indonesia mampu mempersiapkan generasi milenial dengan baik. Menjadi musibah bila generasi itu gagal dipersiapkan lantaran generasi katanya, susah diatur.

Feedback   ↑ x
Close [X]