kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.612
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Mewaspadai ancaman yang senyap

Jumat, 09 Februari 2018 / 09:24 WIB

Mewaspadai ancaman yang senyap

Tidak menghanyutkan

Di sisi lain, kenaikan harga minyak dunia memberikan dampak positif bagi APBN melalui peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Apabila biaya untuk menstabilkan harga BBM tidak diambil dari APBN, maka dikhawatirkan investor global memandang APBN Indonesia tidak transparan. Bila sebagian dari investor asing memutuskan untuk menarik dana investasi, ini juga berisiko menyebabkan arus keluar yang dapat meningkatkan risiko gejolak pada rupiah.

Keberlangsungan peningkatan harga minyak dunia dan komoditas lainnya dapat juga berimbas pada peningkatan permintaan kredit perbankan, terutama untuk modal kerja. Peningkatan ini secara kasat mata terkesan positif. Namun, karena peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan biaya, maka sebenarnya tidak memiliki dampak terlalu positif bagi pertumbuhan ekonomi keseluruhan.

Peningkatan permintaan kredit dengan sendirinya perlu juga diwaspadai. Saat ini terdapat likuiditas yang cukup di perbankan, ditunjang oleh peningkatan dana pihak ketiga. Peningkatan permintaan kredit dapat menggerus likuiditas perbankan. Ketersediaan likuiditas pun cenderung tidak merata dan didominasi oleh bank-bank besar. Maka, bila terjadi penurunan ketersediaan likuiditas, bukan tidak mungkin bank menengah dan kecil akan terpaksa mengerek bunga deposito.

Peningkatan dana pihak ketiga sebagian karena pengusaha masih enggan melakukan ekspansi pada bisnis mereka di tahun politik ini. Namun, mereka mulai mendapatkan tambahan dana dari usahanya yang mulai bergeliat. Karena bunga simpanan yang cenderung turun, banyak dari dana tersebut dialihkan untuk diinvestasikan di pasar modal.

Bila berlebih, langkah ini berpotensi menyebabkan arus uang panas (hot money), tetapi kali ini bukan dari investor asing, melainkan dari investor domestik. Bila kondisi ekonomi dan politik Indonesia terus kondusif, bukan tidak mungkin dana tersebut akan diperlukan pengusaha untuk membiayai pengembangan dari usaha mereka dan ditarik dari penempatan yang mereka lakukan di pasar modal saat ini.

Bila tidak menilik lebih dalam dan hanya bergantung pada angka-angka yang ada di tingkat permukaan, maka kemungkinan kita akan mendapatkan gambaran yang sangat kondusif. Sebagai contoh, tanpa menggali lebih dalam, yang akan kita temui kemungkinan adalah perbaikan pertumbuhan ekonomi dan angka inflasi yang relatif terjaga, disertai dengan pertumbuhan ekspor dikarenakan kenaikan harga komoditas dan perbaikan permintaan kredit perbankan. Angka-angka ini kemungkinan besar akan memberikan sentimen yang cukup positif bagi investor.

Namun, kita berharap bahwa air yang tenang ini tidak berbalik menjadi menghanyutkan di kemudian hari karena di bawah air yang tenang ini, terdapat arus yang semoga tidak bertambah kuat dan menjadi membahayakan



Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]