: WIB    —   
indikator  I  

Mewaspadai peredaran uang palsu

Oleh Widyo Hari Cahyono
( Praktisi Perbankan, Bekerja di BNI Kantor Wilayah Semarang )
Mewaspadai peredaran uang palsu

Menjelang Hari Raya Idul Fitri transaksi konsumsi masyarakat meningkat tajam. Bisa kita lihat berjubelnya masyarakat memenuhi pusat-pusat perbelanjaan untuk melakukan transaksi pembelian. Demikian juga pasar-pasar tradisional dan juga pasar modern tidak luput dari serbuan masyarakat yang ingin membelanjakan uangnya.

Meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat menjelang lebaran ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, pertama, adanya diskon atau potongan harga. Kedua, pembayaran tunjangan hari raya (THR). Dengan dibayarnya THR masyarakat semakin "bersemangat" melakukan pembelanjaan.

Tradisi ini seakan-akan memperjelas dan menegaskan berlakunya teori dalam ilmu ekonomi mengenai teori supply (penawaran) dan demand (permintaan). Proses supply dan demand ini juga akan memunculkan moral hazard bagi penjual yang tentu mendapat keuntungan berlipat.

Namun dengan adanya proses transaksi yang meningkat menjelang Lebaran ternyata ada pihak-pihak yang mengail di air keruh. Mereka mencari celah dan peluang dengan memanfaatkan aji mumpung dari meningkatnya transaksi di masyarakat. Oknum yang tidak bertanggung jawab ini melihat peluang dengan mengedarkan uang palsu.

Feedback   ↑ x
Close [X]