: WIB    —   
indikator  I  

Modal trust

Oleh Ardian Taufik Gesuri
Modal trust

Sudah jadi pemandangan sehari-hari, di berbagai lokasi seringkali kita temui kegiatan penggalangan dana. Entah itu di rumah ibadah, toko ritel modern, warung makan, perempatan jalan, hingga di tengah jalan raya pun kita diacungi kotak amal ataupun jaring buat menampung derma.

Barangkali karakter orang kita memang gampang percaya. Cukup dengan selebaran, spanduk, kadang ditambahi narasi hingga doa-doa berkumandang, banyak dermawan mengulurkan tangan untuk memberikan dana seikhlasnya. Padahal entah benar atau tidak dana yang terkumpul itu bakal disalurkan sesuai dengan yang dijanjikan dan benar porsinya – baik untuk pembangunan rumah ibadah, bantuan bencana alam, maupun aksi sosial.

Dan, belakangan ini aksi penggalangan dana kian marak seiring dengan serbuan teknologi finansial. Cukup lewat gadget di tangan, orang bergairah menyalurkan kelebihan dana ke situs-situs crowdfunding, entah itu untuk proyek-proyek bisnis maupun sosial-kemanusiaan.

Modal crowdfunding cukup trust alias kepercayaan yang dibangun berdasarkan keterbukaan, akuntabilitas, kelayakan proyek, serta tanggung jawab dari pemilik ide dan pengelola situs penggalangan dana itu. Apalagi dengan misi sosial yang diembannya, situs-situs saweran ini tumbuh sangat pesat. Bahkan di Lembah Silikon, AS, beberapa proyek crowdfunding mampu menjaring jutaan dollar AS dalam tempo singkat.

Feedback   ↑ x
Close [X]