: WIB    —   
indikator  I  

ORI untuk negeri

Oleh Cipta Wahyana
ORI untuk negeri

Ada kabar gembira untuk Anda yang tengah mencari variasi keranjang investasi untuk membiakkan dana Anda. Mulai tanggal 29 September mendatang, pemerintah akan nenawarkan obligasi negara ritel seri 14 atau disingkat ORI014.  Buat yang lupa, ini adalah surat utang terbitan pemerintah yang khusus dijual dengan pecahan kecil untuk para investor ritel di dalam negeri.

Sejatinya, ORI014 bisa menjadi pilihan tempat parkir dana yang cukup menarik bagi masyarakat. Betul, para analis memperkirakan, suku bunga obligasi eceran seri 14 ini hanya di kisaran 6,4%-6,5% per tahun, atau lebih rendah dari bunga ORI seri 13 yang sebesar 6,6%. Tapi, dibandingkan imbal hasil pesaing terdekatnya, deposito, bunga ORI014 masih lebih memikat. Asal tahu saja, saat ini, rata-rata bunga deposito bank untuk jangka waktu setahun hanya sekitar 6,1%.

Di luar besaran bunga, tarif pajak penghasilan (PPh) bunga ORI juga lebih rendah, yaitu 15%. Sementara, tarif PPh final bunga deposito adalah sebesar 20%. Setelah dipotong PPh, artinya, ORI berpotensi memberikan bunga  5,4% - 5,5% setahun kepada para investor. Adapun bunga bersih deposito cuma 4,9% per tahun.  Bunga deposito ini juga berpotensi menyusut karena Bank Indonesia baru saja memangkas bunga acuan dari 4,75% menjadi 4,5%.

Segudang kelebihan obligasi negara ritel di atas bisa menjadi modal pemerintah untuk berjualan ORI014 kepada masyarakat. Belum lagi, ORI juga memiliki kelebihan lain di sisi keamanan karena diterbitkan oleh  pemerintah. Daya tarik lain, membeli ORI juga berarti mendukung pendanaan pemerintah untuk membiayai program-program pembangunan ekonomi. Ada sentimen nasionalisme yang bisa dijual.   

Nah, sekarang tinggal pemerintah dan para agen penjual kudu pintar-pintar membungkus semua kelebihan tersebut untuk menjajakan ORI014 kepada masyarakat. Melihat hasil penjualan ORI013 yang di bawah target, kali ini, pemerintah dan bank-bank maupun sekuritas mesti bekerja lebih keras. Mereka juga harus lebih kreatif memilih tema maupun saluran promosi.  

Misalnya, selain media massa nasional, komunitas dan media sosial bisa menjadi media alternatif untuk mempromosikan kelebihan-kelebihan ORI bagi masyarakat. Jangan kalah dengan para provokator yang rajin menyebarkan kebencian dan berita negatif di media sosial. Kabar-kabar positif seperti peluang investasi ORI ini juga layak kita ramaikan di media sosial.                                

Feedback   ↑ x
Close [X]