: WIB    --   
indikator  I  

Pekerjaan masa depan

Oleh Ahmad Febrian
Pekerjaan masa depan

Hari-hari ini kita dihebohkan kompetisi pemilihan Gubernur DKI Jakarta.  Efek balapan dua calon itu merembet ke mana-mana. Perseteruan dua kubu meruncing. Semoga, setelah hari ini selesai, kita kembali hidup normal dan mencari pemecahan masalah negeri ini.

Salah satu persoalan paling genting adalah  tenaga kerja. Maraknya pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari memang memudahkan masyarakat. Di sisi lain, otomatisasi dan digitalisasi ini berefek terhadap tenaga kerja.

International Labour Organization (ILO) memperkirakan, risiko digitalisasi teknologi telah menghilangkan 86% pekerjaan sektor garmen dan alas kaki di Vietnam, Kamboja dan Myanmar. Riset ILO juga menyebutkan, Vietnam lumayan rentan terkena efek digitalisasi teknologi. Sebanyak 70% pekerjaan di negeri itu berisiko paling tinggi terkena dampak digitalisasi teknologi.

Bagaimana dengan Indonesia? Rupanya tak jauh berbeda. Sektor padat karya, jasa, pertanian dan manufaktur paling terancam. Berdasarkan data ILO, sebanyak 56 jenis pekerjaan berisiko paling tinggi. Dan hanya 9% pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tergilas digitalisasi teknologi paling rendah.

Feedback   ↑ x
Close [X]