| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.073
  • SUN98,24 0,00%
  • EMAS606.004 0,84%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Perlu pengawasan ketat

Senin, 07 Agustus 2017 / 11:33 WIB

Perlu pengawasan ketat

Harga beras memang persoalan utama bagi masyarakat yang masuk kategori miskin. Untuk itu kebijakan terhadap komoditas ini tak bisa sembarangan. Alih-alih menyejahterakan petani, rencana Bulog untuk menaikkan harga pembelian beras 10% di atas harga pembelian pemerintah (HPP) tanpa pengawasan justru bisa mengerek inflasi.

Malah, yang terkena dampak paling signifikan adalah penduduk miskin. Jika Bulog membeli beras di atas HPP atau harga dasarnya naik maka produsen beras tetap akan membeli. Padahal, jumlah petani beras yang benar-benar memiliki lahan pertanian hanya sekitar 12%. Sementara sisanya 88% membutuhkan beras. Sebanyak 88% konsumen beras ini juga mencakup pula buruh tani yang tetap harus membeli beras. Jadi jika kebijakan ini dibilang ingin menyejahterakan petani, efeknya justru lebih buruk secara keseluruhan.

Menurut saya, kebijakan menaikkan harga pembelian gabah oleh Bulog sebesar 10% baru berdampak positif jika ada pengawasan yang ketat. Pasalnya, dengan menaikkan anggaran 10% dari HPP ke Bulog untuk mencapai target 3,7 juta ton tentu harus memangkas pos lain.

Pengawasan penyaluran beras oleh Bulog harus ketat karena penjualan beras
rastra ini juga rawan dimanipulasi. Misalnya harga rastra dari pemerintah
Rp 2.000 per kg tetapi oleh pedagang dijual Rp 3.000 per kg. Subsidi pemerintah 10% tadi justru sia-sia.

Tetapi jika penyalurannya bisa dipastikan tepat sasaran dengan harga sesuai kemampuan penduduk miskin, saya rasa kebijakan ini tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap inflasi secara keseluruhan.

Selain meningkatkan kemampuan Bulog dalam menyerap beras petani, hal lain yang bisa dilakukan pemerintah adalah memastikan harga komoditas pangan lain tetap terjaga.

Alasannya, harga pangan memiliki dampak signifikan terhadap penduduk miskin. Jika harga beras bisa dijaga, namun komoditas pangan lain harganya naik, penduduk miskin yang paling terpukul.               


Reporter: Teodosius Domina

Komentar
TERBARU

MARKET
IHSG
-0,52
5.821,81
-0.01%
 
US/IDR
14.102
0,09
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×