: WIB    —   
indikator  I  

Perubahan iklim dan risiko investasi

Oleh Suzanty Sitorus
( Direktur Climate Policy Initiative Indonesia )
Perubahan iklim dan risiko investasi

Konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  belum lama usai. Salah satu pesan penting untuk dunia usaha adalah pentingnya keterbukaan informasi mengenai risiko usaha akibat perubahan iklim. Investor juga didorong untuk mengukur sejauh mana portofolio investasi mereka terpapar risiko perubahan iklim. Ini disuarakan di beberapa forum di luar ruang perundingan dimana pemerintah, swasta dan masyarakat sipil membahas solusi konkret menghadapi perubahan iklim, tantangan terbesar umat manusia abad ini.

Pesan tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup (PP-IELH) yang dikeluarkan oleh Pemerintah awal November ini. Ketentuan yang relevan ada di Pasal 18, yaitu dunia usaha diminta untuk menginternalisasi biaya lingkungan hidup dengan memasukkan biaya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dalam perhitungan biaya produksi atau biaya suatu usaha dan/atau kegiatan.

Sedangkan risiko perubahan iklim terhadap dunia usaha dapat dilihat dalam tiga dimensi (CPI, 2015). Pertama, risiko akibat dampak perubahan iklim secara fisik terhadap operasi usaha. Meningkatnya intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, longsor dan kebakaran, serta kenaikan suhu dan kenaikan permukaan air laut, jelas mengganggu dan meningkatkan risiko usaha.

Dimensi kedua dan ketiga berkaitan dengan komitmen dunia untuk merespon perubahan iklim, yaitu munculnya kebijakan dan peraturan baru dan berkembangnya pasar dan kegiatan ekonomi yang lain. Kedua hal tersebut berpeluang menyebabkan penilaian ulang aset. Perusahaan yang mengandalkan sumber daya fosil, termasuk batubara, atau yang berproduksi dengan menggunduli hutan yang berakibat meningkatnya emisi karbon, akan dinilai memiliki risiko lebih tinggi. Nilai aset perusahaan seperti ini berpotensi menurun karena para investor akan menghindarinya atas alasan kepatuhan (compliance), reputasi dan juga peluang bisnis baru yang lebih ramah lingkungan (Peihani, 2017).

Beberapa perkembangan terkini di tingkat global penting untuk dicermati. Kini muncul berbagai inisiatif oleh dunia usaha internasional untuk menghadapi risiko perubahan iklim. Salah satunya adalah Investor Platform on Climate Change yang mewadahi berbagai kelompok investor global dengan komitmen untuk mengukur dan mengungkapkan jejak karbon dari portofolio investasinya dan menganalisis dampak dari perubahan iklim terhadap keberlangsungan kegiatan usahanya.

Feedback   ↑ x
Close [X]