: WIB    --   
indikator  I  

Peta jalan otomotif

Oleh Joko Tri Haryanto
( Bekerja di lembaga pemerintah )
Peta jalan otomotif

Niat pemerintah mengembangkan mobil listrik beserta pembangunan industri kendaraan ramah lingkungan tercetus akhir bulan lalu. Wacana yang semula disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu diamini oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla serta seluruh kementerian teknis yang terkait.

Pemerintah pun memasang target penerbitan regulasi yang menjadi payung hukum produksi mobil listrik dan kendaraan ramah lingkungan dalam beberapa bulan mendatang.

Selain mengatur hal teknis, draft regulasi juga mengamanatkan pemberian beberapa fasilitas keringanan, baik perpajakan maupun non-pajak demi mendukung tumbuhnya industri mobil listrik dan kendaraan ramah lingkungan ke depannya.

Jika dikaitkan dengan isu pemanasan global, rencana produksi mobil listrik dan kendaraan ramah lingkungan sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Ini merujuk ke Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Penurunan Emisi GRK.

Sektor energi dan transportasi dianggap menjadi salah satu sumber polutan terbesar setelah sektor kehutanan dan lahan gambut. Dengan target penurunan 0,038 giga ton setara gas CO2, penurunan emisi sektor energi dan transportasi ditargetkan lebih tinggi daripada emisi sektor pertanian dan sektor industri.

Perpres RAN GRK juga menjelaskan dengan detail program-program dan kegiatan yang dilakukan masing-masing sektor. Seluruh program dikelompokkan menjadi kegiatan inti dan pendukung.

Dalam kegiatan inti, kebijakan yang ditetapkan meliputi peningkatan penghematan energi, penggunaan bahan bakar yang lebih bersih (fuel switching), peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT), pemanfaatan teknologi bersih, baik untuk pembangkit listrik dan sarana transportasi, serta pengembangan transportasi masal nasional yang rendah emisi.

Feedback   ↑ x
Close [X]