kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Platform mengubah lanskap bisnis

Jumat, 22 Desember 2017 / 16:28 WIB

Platform mengubah lanskap bisnis

Dalam dunia bisnis dan ekonomi, platform adalah tempat di mana terjadi interaksi langsung antara dua (atau lebih) aktor ekonomi yang saling memberi keuntungan satu sama lain melalui proses penciptaan nilai yang berkelanjutan (Gawer dan Cusumano, 2008). Interaksi tersebut difasilitasi oleh pemilik platform dengan memberikan sejumlah kontraprestasi tertentu yang disepakati oleh kedua belah pihak. Dalam konteks ini, platform sering disebut multi-sided platform, two-sided markets, atau two-sided networks (Rochet dan Tirole, 2001).

Bisnis berbasis platform berbeda dengan bisnis konvensional. Bisnis konvensional dapat dianalogikan seperti pipa yang mengalirkan air dari hulu ke hilir. Di hulu, produsen membuat produk dan jasa, menyalurkannya melalui jaringan distribusi, lalu menjualnya ke konsumen akhir di hilir. Sementara bisnis berbasis platform lebih seperti pasar atau panggung terbuka di mana semua partisipan saling berkumpul, berinteraksi, dan melakukan transaksi satu sama lain secara terbuka. Atas penyediaan fasilitas ini, pemilik platform dapat mengutip biaya atau ongkos sewa yang bisa dibebankan kepada pembeli, penjual, atau keduanya.

Model bisnis berbasis platform sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru. Jazirah Arab di masa lampau mempunyai pasar yang dikenal dengan bazaar. Bangsa Romawi Kuno mempunyai rumah lelang . Keduanya memiliki prinsip kerja yang serupa dengan platform masa kini. Bedanya, saat ini platform difasilitasi teknologi informasi terkini yang sangat tangguh. Akibatnya, platform di masa modern mampu menjangkau jejaring dalam ruang lingkup dan skala hampir tak terbatas.

Platform saat ini menjadi semakin relevan karena dengan lebih sedikit aset dan sumberdaya manusia yang dimiliki, bisnis berbasis platform dapat memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada bisnis konvensional dalam waktu yang jauh lebih singkat. Sebagai contoh, Uber, yang berdiri 2009 lalu memiliki kapitalisasi US$ 62 miliar. Bandingkan dengan BMW yang berdiri lebih 100 tahun lalu dengan market capitalisation sebesar US$60 miliar. Bagaimana dengan Indonesia? Saat ini valuasi Go-Jek menyentuh US$ 3 miliar (sekitar Rp 40 triliun). Angka itu melampaui valuasi Garuda Indonesia yang hanya Rp 7,8 triliun dan Blue Bird Rp 8,7 triliun (Bloomberg, November 2017).

Oleh karena itu, tak berlebihan kiranya bila platform disebut sebagai pondasi dasar ekonomi digital. Apalagi, platform kini menjamah di berbagai banyak bidang kehidupan kita. Misalnya, e-commerce ada Bukalapak dan Tokopedia. Transportasi online ada Go-jek, Grab dan Uber. Di bidang pendanaan (peer-to-peer lending) ada Investree, Amartha, Modalku, Koinworks, Sementara untuk menggalang dana sosial (fundraising) ada KitaBisa. Di bidang pendidikan ada Ruang Guru. Contoh tersebut hanyalah segelintir dari sekian banyak platform yang tersedia di Indonesia.

Apabila kita amati lebih dalam menjamurnya bisnis berbasis platform, setidaknya dapat kita tarik sejumlah hal menarik. Pertama, ekosistem platform menjadi jauh lebih penting daripada produk dan akan menjadi semakin relevan di masa mendatang. Hal ini sangat kentara pada kasus Apple dan Microsoft di zaman 1980-1990an. Kendati Apple memiliki produk yang lebih unggul, Microsoft mendominasi pasar karena memiliki jejaring vendor dan mitra lebih kuat. Kali ini situasi berbalik di mana Apple menjadi pemilik platform yang unggul melalui Apple iTunes dan Apple Store.

Sementara itu, dari sisi konsumen, kepemilikan menjadi tidak lagi penting bila dibandingkan dengan akses. Misalnya, konsumen saat ini lebih memilih mempunyai akses transportasi kapan saja mereka mau tanpa harus memiliki kendaraan. Analoginya serupa dengan toko serba ada yang buka 24 jam cenderung akan lebih laris. Hal tersebut bukan dikarenakan banyaknya konsumen yang akan berbelanja pada pukul 1 hingga 5 pagi, melainkan karena konsumen yakin bahwa pilihan itu ada dan tersedia kapan pun mereka mau.



Komentar
TERBARU
MARKET
IHSG
-146,35
5.847,28
-2.44%
 
US/IDR
13.902
0,25
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×