: WIB    --   
indikator  I  

Politik panas, ekonomi berisiko

Oleh Chatib Basri
( Pengamat Ekonomi )
Politik panas, ekonomi berisiko

Harus diakui, saat ini tensi politik di Tanah Air sedang meningkat. Tensi ini bukan semata-mata karena kasus hukum yang dihadapi oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, melainkan jauh sebelumnya, dengan berbagai rentetan peristiwa politik sejak pemerintahan ini dimulai.

Tensi politik yang cenderung stabil tinggi memiliki dampak bagi pemerintah di bidang ekonomi. Dampaknya sulit bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan tidak populis, walaupun kebijakan itu dibutuhkan oleh negara. Tensi politik yang seperti ini membuat pemerintah berisiko apabila mengambil kebijakan yang  non populis karena berpotensi tak akan jalan.

Saya melihat dampak politik ini sudah tergambar dari nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) saat ini yang bukan lagi berada di kisaran
Rp 12.900 per dollar AS, tetapi sudah di Rp 13.300 per dollar AS. Padahal harga minyak dunia juga sudah mulai kembali normal.

Feedback   ↑ x