kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.612
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Prinsipnya, bitcoin ada dasarnya di UU

Senin, 12 Februari 2018 / 16:27 WIB

Prinsipnya, bitcoin ada dasarnya di UU

Selama tiga bulan, Bappebti akan mengkaji bitcoin sebagai produk komoditas berjangka. Bappebti sedang menyiapkan aturan untuk mendukung transaksi perdagangan mata uang kripto di bursa berjangka Indonesia.

Aturan itu juga bertujuan melindungi masyarakat dari kerugian, jika harga mata uang kripto bergerak tidak wajar. Otoritas Jasa Keuangan (OK) dan Bank Indonesia (BI) juga diajak membahas bitcoin.
Bitcoin, mata uang kripto  masih terus menjadi pusat perhatian. Harganya yang bisa naik tinggi dan tiba-tiba anjlok tentu menarik diperbincangkan banyak orang.

Kini, perhatian tertuju ke Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang bersedia membuka peluang untuk perdagangan mata uang bitcoin di Indonesia.

Kepala Bappebti Bachrul Chairi menyatakan, secara aturan sebenarnya tidak ada yang dilanggar jika bitcoin menjadi produk komoditi. Karena, dalam Undang-Undang tentang perdagangan berjangka komoditi bisa menjadi dasar pijakan bitcoin untuk menjadi salah satu penghuni bursa berjangka di sini.

Memang, menurut Bachrul, masih perlu ada aturan lain untuk mendukung bitcoin menjadi produk komoditi berjangka. Aturan itu akan dibuat untuk mengatur teknis dari perdagangan dan melindungi investor dari kerugian akibat fluktuasi harga bitcoin.

Bappepti juga bakalan melihat bagaimana transaksi perdagangan mata uang kripto di negara lain. Kontrak berjangka bitcoin memang sudah mulai diperdagangkan di negara lain. Seperti di bursa berjangka terbesar di dunia milik CME Group Inc dan CboeGlobal Markets Inc. 

Bachrul mengatakan lembaganya akan mengkaji pengaturan bitcoin selama tiga bulan kedepan. Seperti apa pendapat Bappepti terhadap keberadaan bitcoin dan sejauh mana aturan itu akan diterapkan, Wartawan KONTAN Lamgiat Siringoringo mewawancarai Bachrul. Berikut nukilannya:

KONTAN: Sejauh mana Bappepti akan mengatur bitcoin dan kripto lainnya?
BACHRUL:
Masalah bitcoin, hingga kini kami masih mencari masukan dari berbagai pihak. Kami mempelajari apa yang dilakukan di negara-negara lain. Ada yang melarang, ada pula yang mengatur. Dan, ada yang membiarkan.

KONTAN: Bappepti sudah bisa menerima bitcoin sebagai komoditas berjangka?
BACHRUL: 
Dalam posisi ini kami masih memetakan. Bappebti melihat bitcoin ini juga mendukung concern dari BI. Concern dari BI bahwa cripto currency ini bukan merupakan mata uang yang bisa diperdagangkan.

Dalam posisi ini kami mendukung sepenuhnya. Namun di sisi lain, kami juga melihat bahwa bitcoin dianggap sebagai komoditi. Tetapi di sisi lain juga karena blockchain ini mempunyai satu kekhususan, maka kami melihat bagaimana hal ini akan diatur.

Semuanya kan komputerisasi. Sampai sejauh mana ketentuan yang akan kami harus atur soal transaksi ini. Kasih waktu kami tiga bulan untuk mempelajarinya.

KONTAN: Sudah bertemu dengan BI untuk membahasnya, karena BI juga akan mengajak Bappebti melarang bitcoin?
BACHRUL: 
Kami sudah bertemu dan BI menjelaskan pada kami tentang alasan di balik penolakan dari BI. Kami sangat memahami dan konsernnya sebenarnya sama. Satu sebagai currency dari BI nya sedangkan kami dari sisi komoditinya.


Reporter: Lamgiat Siringoringo

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]