: WIB    --   
indikator  I  

Rupiah masih aman

Oleh Josua Pardede
( Ekonom Bank Permata )
Rupiah masih aman

Nilai tukar rupiah kemarin ditutup melemah 0,07% ke level Rp 13.286 per dollar AS. Sesuai ekspektasi, Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan yakni BI 7-day reverse repo rate di 4,75%. BI masih konsisten menjaga stabilitas harga dan rupiah tahun ini.

Kenaikan suku bunga The Fed 25 basis poin juga sudah diantisipasi pasar. Antisipasi itu ditunjukkan dengan yield treasury AS yang justru turun menjelang rapat The Fed, karena tertekan data penjualan ritel, indeks harga konsumen dan inflasi.

Efek kenaikan bunga The Fed bagi pasar keuangan Indonesia cenderung marginal. Aliran modal asing di pasar keuangan masih solid setelah Standard & Poor's menaikkan peringkat utang Indonesia. Hal ini berdampak pada kenaikan cadangan devisa beberapa bulan terakhir dan mendukung penguatan rupiah.

Aliran dana asing yang masuk di pasar obligasi juga masih deras. Yield SUN seri benchmark turun 2 bps-5 bps, menunjukkan risiko investasi di Indonesia semakin kecil.

Saya perkirakan kebijakan BI menahan suku bunga acuan dapat menjaga kurs rupiah stabil. Selain itu, effective policy rate Indonesia (rentang antara suku bunga acuan dengan ekspektasi inflasi) masih positif 50 bps-75 bps. Adapun effective policy rate AS negatif. Jadi, aset keuangan Indonesia masih atraktif.

Feedback   ↑ x
Close [X]