: WIB    —   
indikator  I  

Sebaiknya realistis saja

Oleh Lana Soelistianingsih
( Ekonom Samuel Aset Manajemen )
Sebaiknya realistis saja

Selama ini kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi relatif besar dan dominan. Persoalannya, saat ini cukup berat untuk menggerakkan daya beli dan konsumsi masyarakat. Dengan kondisi seperti saat ini, memang cukup berat untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi di semester II-2017.

Dalam jangka pendek, sebaiknya realistis saja. Karena konsumsi rumah tangga sudah lewat momentumnya. Di semester II, konsumsi rumah tangga agak berat sebab masalahnya adalah daya beli yang turun. Dan ini tidak bisa bagi-bagi duit  seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kalau ada bantuan langsung mungkin bisa sedikit terungkit.

Pergeseran gaji ke-13 juga tidak berdampak signifikan karena momentumnya sudah lewat. Tidak ada kebutuhan yang mendesak. Kecuali ada libur panjang, long weekend dan ada shifting ke konsumsi lain seperti hiburan di akhir tahun maka itu masih ada kemungkinan konsumsi naik. Tapi tak serta merta menggantikan momentum di kuartal II.

Dana desa juga sulit untuk mendorong konsumsi. Apalagi dengan sekarang ada isu dana desa dikorupsi, orang khawatir. Tidak mudah juga dialihkan karena ada undang-undangnya.

Kontraksi konsumsi pemerintah juga membuat hilangnya momentum pertumbuhan ekonomi kuartal II. Efek pembahasan APBN-P di bulan Juli menyebabkan belanja kementerian dan lembaga  tertunda. Mereka bersikap menunggu karena tidak tahu pemangkasan anggaran sampai mana.

Sementara ekspor juga tidak bisa dikontrol. Ke depan, menurut saya harapannya hanya ada di belanja pemerintah dan investasi. Pemerintah seharusnya lebih agresif membelanjakan anggarannya agar pertumbuhan ekonomi bisa dijaga di level 5%. Namun kalau harus mencapai 5,3% untuk mengejar 5,2% di akhir tahun, by nature itu tidak mungkin terkejar.

Sisi investasi juga bisa untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi. Asalkan, komitmen investasi yang  dulu-dulu bisa terealisasi dan melebihi yang ditargetkan. 

Reporter : Adinda Ade Mustami

Feedback   ↑ x
Close [X]