kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.612
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Siapa takut transparansi data keuangan?

Rabu, 14 Februari 2018 / 14:58 WIB

Setelah lama tak terdengar, kabar tentang kewajiban lapor data transaksi kartu kredit kembali muncul setelah beberapa media, termasuk harian ini, memberitakan tentang Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 228 tahun 2017. Pada lampiran nomor 67 dari PMK tersebut, 23 lembaga penerbit kartu kredit yang didominasi perbankan wajib menyampaikan 13 jenis data termasuk identitas pemilik kartu dan perincian transaksi seperti nama merchant, nilai dan keterangan transaksi, beserta limit kartu kredit, secara rutin setiap bulan kepada Direktorat Jenderal Pajak.

Kewajiban pelaporan ini awalnya muncul dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39 tahun 2016 yang terbit 23 Maret 2016 yang kemudian diberitakan pertama kali oleh media sekitar seminggu kemudian pada 30 Maret 2016. Tiga bulan kemudian, tepatnya 1 Juli 2016, kewajiban pelaporan ditunda untuk memberi kesempatan masyarakat ikut amnesti pajak dan hingga kini penundaan tersebut kabarnya masih berlaku.

Penolakan kalangan perbankan kala itu didasarkan pada kekhawatiran bahwa pelaporan data transaksi kartu kredit kepada Direktorat Jenderal Pajak akan mengakibatkan mereka kehilangan nasabah yang menutup kartu kredit karena khawatir transaksi mereka diketahui otoritas pajak. Kekhawatiran ini ternyata tidak terbukti.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pada Maret 2016 jumlah kartu kredit yang beredar memang turun lebih dari 49.000. Namun demikian penurunan jumlah kartu kredit ini hampir pasti tidak disebabkan PMK 39/2016 mengingat aturan itu baru terbit dan mulai ramai diberitakan media pada akhir bulan Maret tersebut.

Faktanya dalam periode 12 bulan dari April 2016 hingga Maret 2017, tidak ada satu bulan pun yang mengalami penurunan jumlah kartu kredit beredar. Bahkan, dalam kurun waktu tersebut rata-rata pertambahan kartu baru mencapai 58.000 kartu, atau lebih tinggi dibanding rata-rata penerbitan kartu kredit pada periode 2015-2017 yang hanya mencapai 33.000 kartu kredit baru per bulan.

Dari segi volume transaksi, April 2016 mencatat penurunan volume sebesar 8,38% disertai penurunan nilai transaksi sebesar 10,61%. Walaupun demikian, penurunan volume dan nilai transaksi ini juga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pelaporan data transaksi menekan belanja kartu kredit.

Buktinya sebulan kemudian pada Mei 2016 bertepatan dengan batas waktu pelaporan pertama kali data transaksi kartu kredit, volume dan nilai transaksi justru naik masing-masing 8,95% dan 7,29%. Pada Juli 2016, setelah penundaan pelaporan data transaksi diumumkan, volume dan nilai transaksi justru turun masing-masing 5,03% dan 9,89%.



Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]