: WIB    --   
indikator  I  

Skenario normalisasi neraca Bank Sentral AS

Oleh Akbar Suwardi
( Economic Analyst BRI )
Skenario normalisasi neraca Bank Sentral AS

Kebijakan normalisasi moneter oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed hingga saat ini, mungkin hingga lima tahun ke depan, masih menjadi topik menarik. Hal ini dikarenakan kebijakan normalisasi moneter cepat atau lambat akan dilakukan setelah sasaran dari kebijakan moneter telah tercapai.

Terdapat dua kebijakan moneter yang perlu dinormalisasi oleh Bank Sentral AS setelah krisis melanda negara tersebut di  2008, yaitu suku bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR) dan neraca Bank Sentral AS. Suku bunga acuan perlu dinormalisasikan karena pada 2008 Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan suku bunga acuan hanya 0-25 bps padahal di 2006/2007 tingkat suku bunga acuan masih 500 bps.

Proses normalisasi suku bunga acuan pertama kali dilakukan Desember 2015, kemudian Desember 2016 dan Maret 2017. Sedangkan proses normalisasi neraca Bank Sentral AS belum dilakukan, baru rencana. Berdasarkan risalah rapat FOMC Maret 2017 bahwa proses normalisasi neraca Bank Sentral AS perlu dimulai pada akhir 2017 atau tahun 2018.

Neraca Bank Sentral AS mengalami peningkatan signifikan dari US$ 0,93 triliun menjadi US$ 4,51 triliun seiring dilakukannya Quantitative Easing (QE) yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi. QE dilakukan dalam tiga fase dan dilakukan sejak November 2008 hingga Januari 2014.

Fokus kepada penyebab krisis tahun 2008, yaitu subprime mortgage berdampak pada besarnya aset Mortgage-Backed Securities (MBS) di neraca Bank Sentral AS. Data akhir April 2017 menunjukkan bawah neraca Bank Sentral AS didominasi oleh dua surat berharga yaitu US Treasuries Securities sebesar US$ 2,46 triliun (54,57%) dan MBS sebesar US$ 1,77 triliun (39,17%).

Diperkirakan kedua aset di atas yang akan dinormalisasikan size-nya. Lalu bagaimana skenario yang akan dilakukan Bank Sentral AS untuk melakukan normalisasi neracanya perlu dicermati karena akan mempengaruhi likuiditas di pasar keuangan global.

Feedback   ↑ x