: WIB    —   
indikator  I  

Strategi pilih saham baik

Oleh Lukas Setia Atmaja
( Financial Expert Universitas Prasetiya Mulya )
Strategi pilih saham baik

Satu lagi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinyatakan pailit. PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK) dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat setelah permohonan pembatalan perdamaian alias homologasi yang diajukan oleh PT Bank Mandiri Tbk diterima oleh majelis hakim.

Investor perlu mewaspadai bertambahnya emiten  saham yang tersangkut masalah keuangan hingga akhirnya dinyatakan pailit ataupun bangkrut. Oleh karena itu, sebelum memilih saham tertentu, sebaiknya investor harus menganalisis fundamental, khususnya kondisi keuangan dari perusahaan tersebut.

Yang paling mudah adalah melihat kinerja perusahaan yang ingin diincar. Apakah mampu menghasilkan laba? Jika sedang dalam tren penurunan laba, bahkan hingga mengalami kerugian, ini sudah jadi lampu kuning. Artinya, kondisi kinerja perusahaan tersebut kurang bagus.

Hal kedua yang bisa jadi patokan adalah besaran utang. Jika perusahaan tersebut memiliki utang yang cukup besar, lebih baik investor tidak melirik saham tersebut. Tapi jika sudah kepalang menggenggam saham tersebut, langsung dilepas saja.

Kunci lain yang bisa diperhatikan adalah bagaimana perusahaan itu dikelola oleh manajemen yang baik. Ini paling penting. Manajemen ini bisa dilihat dari jajaran direksi dan komisaris. Telusuri, apakah jajaran direksi profesional, dalam artian punya kompetensi dan integritas.

Lalu, perlu juga melihat kemampuan finansial perusahaan. Selain kemampuan menghasilkan laba, besaran belanja modal atau capital expenditure (capex), kemudian struktur modal, juga bisa memberikan masukan. Efisiensi yang dilakukan perusahaan juga harus jadi perhatian.

Lainnya, likuiditas dari saham perlu dicermati. Apakah sahamnya likuid atau tidak? Lalu, apakah perusahaan memiliki tata kelola yang baik atau tidak? Hal ini juga terkait dengan reputasi dari perusahaan tersebut. Perusahaan yang banyak kasus lebih baik dihindari investor.             

Reporter : Nisa Dwiresya Putri

Feedback   ↑ x
Close [X]